Menjaga Kemurnian Hidup

Bagikan Bagikan

Karena itu marilah kita berpesta, bukan dengan ragi yang lama, bukan pula dengan ragi keburukan dan kejahatan, tetapi dengan roti yang tidak beragi, yaitu kemurnian dan kebenaran. (1 Korintus 5:8)

KEHIDUPAN rohani kita yang telah dikuduskan oleh korban anak domba Paskah kita, yaitu Kristus, harus terus dijaga kemurnian dan kebenarannya untuk seumur hidup kita. Sedikit saja dosa masuk ke dalam kehidupan rohani kita, hal itu bagaikan sedikit ragi yang mengkhamiri seluruh adonan (1 Korintus 5:6). Bagaimana caranya supaya kita bisa menjaga kekudusan, kemurnian dan kebenaran hidup kita? Marilah kita belajar dari kebenaran Firman Tuhan yang tercatat dalam 1 Korintus 5:2-13.

Berdukacitalah atau tidak bersukacita jika mendapati dosa, dan menjauhkan diri kita atau tidak bergaul dengan orang-orang yang melakukan percabulan (ayat 2). Jangan lupa untuk memberlakukan ketegasan peraturan atau menjatuhkan hukuman jika perlu, terhadap orang-orang  yang melakukan dosa-dosa percabulan (ayat 3).

Marilah juga mempererat dan memperkokoh persekutuan di dalam jemaat. Berkumpul bersama-sama dan makan bersama-sama dengan kuasa Yesus, Tuhan kita (ayat 4). Jangan bergaul dan jangan makan bersama dengan orang-orang cabul; termasuk di dalamnya mereka yang menyebut dirinya saudara seiman sekalipun! (ayat 9, 11). Dan usirlah orang yang melakukan kejahatan dari tengah-tengah kamu (ayat 13).

Sahabat, memang firman Tuhan ini nampak sangat keras. Namun meski tidak enak dan tidak nyaman untuk dilaksanakan, tapi kita harus patuh dan dengar-dengaran kepada perintah firman Tuhan seperti yang telah dijelaskan di atas! Tegaslah berprinsip dalam bergaul, tariklah garis pemisah yang jelas dan tegas!

Mari bergaul hanya dengan orang-orang yang kudus pikiran, perasaan dan perbuatannya. Firman Tuhan dalam ayat 11 sangat menegaskan, jangan bergaul dengan orang cabul, kikir, penyembah berhala, pemfitnah, pemabuk atau penipu, sekalipun mereka menyebut dirinya saudara seiman! Sungguh berbahaya bergaul dengan orang demikian. Jika kita tidak kuat maka hidup kita akan terkhamiri. Peliharalah kemurnian dan kebenaran seumur hidup!

“Sebagai orang yang sudah dikuduskan lewat pengorbanan Kristus, aku mau taat kepada perintah firman-Mu, agar kemurnian dan kebenaran tetap terjaga dalam hidupku. Amin.” (Red)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment