Polres Akan Panggil RSMM dan PLN

Bagikan Bagikan
Kasat Reskrim Polres Mimika AKP Rudi Priyosantoso
SAPA (TIMIKA) –  Polres Mimika akan memanggil manajemen Rumah Sakit Mitra Masyarakat (RSMM) dan Kepala PLN Area Timika, Senin (25/2) untuk klarifikasi terkait laporan dugaan tindak pidana pemerasan oleh Kepala PLN Area Timika kepada RSMM.

Kasat Reskrim Polres Mimika AKP Rudi Priyosantoso, mengatakan, surat laporan polisi dari pihak pelapor yakni RSMM  baru diterima dan pihaknya akan melakukan kelengkapan berkas. Untuk melengkapi berkas rencananya kedua belah pihak akan dipanggil untuk dimintai klarifikasi.

“Dalam klarifikasi ini nantinya, kita akan mengetahui apakah ada tindak pidana atau tidak. Kedua belah pihak harus hadir,” kata AKP Rudi ketika ditemui di ruang kerjanya Jumat (23/2)

Menurutnya,  dalam laporan polisi, pihak yang melaporkan adalah RSMM. Sedangkan yang dilaporkan adalah Kepala PLN area Timika karena dugaan tindak pidana pemerasan.

Sejauh ini kata AKP Rudi, kedua belah pihak belum ada konfirmasi secara langsung kepada pihak kepolisian.

Seperti diketahui, Rumah Sakit Mitra Masyarakat (RSMM) melaporkan kepala PLN area Timika ke Polres Mimika  karena di duga melakukan tindak pidana pemerasan terhadap RSMM.  Wakil Direktur RSMM Laurensius Krowe H bersama dengan kuasa hukumnya melaporkan pemerasan tersebut ke Polres Mimika pada Selasa (20/2).

Kuasa hukum RSMM Eus Berkasa SH.,MH dalam konferensi di jalan Budi Utomo menyatakan, sudah secara resmi melaporkan kepala PLN Area Mimika karena melakukan tindak pidana pemerasan sebesar 8.7 milyar. Uang ini di minta karena meteran di RSMM tidak berfungsi selama 10 hari.

Sementara  Manajemen PT PLN (Persero) Area menyatakan siap meladeni tindakan manajemen Rumah Sakit Mitra Masyarakat (RSMM) yang memilih menyelesaikan masalah melalui jalur hukum daripada negosiasi.

Sikap tegas itu disampaikan Manajer PLN Area Timika Salmon Kareth, di Timika, Rabu (21/2), usai dilaporkan manajemen RSMM ke Polres Mimika atas dugaan pemerasan uang senilai Rp 8,7 miliar.

"Kami siap dipanggil polisi. Kami akan tunjukkan bukti, data kami lengkap. Dalam artian kalau mereka bersikeras tidak ingin menyelesaikan masalah. Kalau ingin menyelesaikan masalah, mari kita bicara," ujarnya. (Tomy)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment