Sampah Medical Tidak Tertib DLH Ancam Cabut Izin Klinik

Bagikan Bagikan
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Mimika, Limi Mokodompit 
SAPA (TIMIKA) – Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Mimika, Limi Mokodompit mengancam akan mengambil tindakan tegas terhadap sejumlah klinik kesehatan di Mimika karena tidak tertib membuang sampah, khususnya peralatan medical.

Limi menegaskan, berdasarkan survei DLH  pada 12 Januari lalu  di beberapa titik tempat pembuangan sampah (TPS) dalam Kota Timika, ditemukan adanya tumpukan sampah medical dengan volume besar yang ikut dibuang bersama sampah umum.

“Ini sangat tidak mentaati aturan yang berlaku dalam dunia kesehatan Indonesia. Seharusnya setiap Rumah Sakit (RS) dan Klinik ada tempat sampah khusus yang nantinya akan dikirim ke Surabaya atau Jakarta. Tapi di Timika mereka tidak mematuhi itu.  Kalau nanti kita mengetahui sampah medical itu dari RS atau Klinik mana, maka saya akan minta Dinas Perizinan untuk langsung mencabut izinnya,” ungkap Limi dalam pertemuan ‘Pengelolaan Sampah Kota Timika’ bersama pemangku kepentingan lingkup Pemkab Mimika yang dilaksanakan di ruang pertemuan Kantor Badan Perencanan Pembangunan Daerah (Bappeda), Kamis (1/2).

Dijelaskan. membuang sampah medical secara tidak teratur akan menimbulkan dampak berbahaya bagi masyarakat. Dimana, jika sampah berupa jarum bekas suntik atau dibuang ke selokan pembuangan air atau tempat terbuka lainnya maka akan menebarkan penyakit ke seluruh warga termasuk anak-anak.

“Apalagi anak-anak kita sering main-main air di selokan. Ini sangat berbahaya dan virus-virus akan mudah tersebar,” tuturnya.

Selain persoalan sampah medical, ia juga mengatakan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 11 tahun 2012 tentang pengelolaan sampah saat ini akan diterapkan di Mimika. Menurut dia, terlepas dari pengaturan sampah rumah tangga, DLH akan memperketat peraturan khusus kepada seluruh pelaku usaha besar seperti pedagang pasar, toko, bengkel, rumah makan, restouran dan hotel.

DLH akan menyebarkan imbauan dan mengundang seluruh pelaku usaha seperti yang disebutkan diatas agar mendengarkan ketentuan bahwa semua pelaku usaha tersebut wajib memiliki penampungan sampah dengan volume penampungan yang sesuai dengan produksi sampah. Dengan demikian, tempat sampah tersebut diletakkan di halaman masing-masing untuk kemudian dilanjutkan oleh petugas pengangkut sampah ke Tempat Pempuangan Akhir (TPA) di Iwaka.

“Khusus untuk pengusaha Hotel, mereka itu mempunyai mobil sendiri. Itu berarti mereka sendiri yang langsung buang sampah-sampah hasil usaha mereka ke  TPA Iwaka. Ini akan saya tegaskan dalam beberapa hari ke depan. Kita sudah tidak main-main lagi, karena penyumbang sampah terbesar di Timika adalah tempat usaha seperti yang saya sebutkan itu,” ujarnya. (Acik) 
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment