2018, Jumlah SMP Negeri Penyelenggara UNBK Meningkat

Bagikan Bagikan

Kepala Disdik Kabupaten Mimika, Jeni Ohestin Usmani
SAPA (TIMIKA) – Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Mimika, Jeni Ohestin Usmani mengatakan, jumlah Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) yang menyelenggarakan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) tahun 2018  kian meningkat. Di mana, jika sebelumnya hanya Sekolah YPJ dan Adven yang melaksanakan UNBK, saat ini telah ada penambahan 5 sekolah Negeri dan beberapa sekolah swasta lainnya seperti, SMPN 1, SMPN 2, SMPN 11, SMPN 8, Sentra Pendidikan, YPNU, YPIS, YAPIS 2, Shinning Star dan ST Maria.

“Tentunya ini Sesuatu yang menggembirakan, karena khusus sekolah negeri meningkat menjadi lima sekolah lagi yang selenggarakan UNBK. Intinya kami berkomitmen dalam setiap tahun selalu ada peningkatan dan tidak menutup kemungkinan semua sekolah akan menyelenggarakan UNBK. Untuk sekolah swasta itu, kalau memang yayasannya hebat, pasti akan UNBK juga. Ini berarti kami berhasil dan pendidikan di Mimika tidak mati,” kata Jeni saat ditemui Salam Papua di ruang kerjanya, Jumat (2/3).

Jeni mengungkapkan, dari sekian banyak SMP penyelenggara UNBK, penyediaan perangkat ujian tergolong sudah siap. Untuk SMP2 telah dipasokkan sebanyak 120 unit computer, sehingga target selanjutnya akan memasokkan komputer ke beberapa sekolah lain yang disesuaikan dengan jumlah siswa sebagai calon peserta UNBK.

“Kita tidak bisa pastikan bahwa semua sekolah harus laksanakan UNBK, tapi diperkirakan tiga atau empat tahun ke depan semua SMP sudah bisa laksanakan UNBK. Karena kami punya komitmen untuk hal itu,” ungkapnya.

Namun menurut dia, untuk mendukung komitmen tersebut di atas, maka semua sekolah juga harus benar-benar mempersiapkan mental semua calon peserta UNBK, baik fasilitas maupun SDM selaku pengendali peralatan UNBK di masing-masing sekolah.

“Karena percuma pemerintah salurkan banyak komputer, kalau siswa atau SDM pengendalinya tidak mampu, berarti sia-sia. Dan itu berarti orientasi kita bukan mengarah kepada mutu,” ujarnya.

Hal senada juga disampaikan oleh Kepala Bidang (Kabid) Kurikulum, Disdik Mimika, Manto Ginting. Dia mengaku, Disdik akan berupaya agar semua SMP di Mimika bisa menjalankan UNBK. Akan tetapi menurut Dia, penyelenggaraan UNBK harus didukung dengan ketersediaan peralatan dan sumber daya manusia (SDM) yang siap menangani persoalan penjaringan.

Dia mengatakan, khusus SMPN 2, karena jumlah siswa banyak maka presentase peralatan juga telah mencapai 50 persen. Hal tersebut sesuai ketentuan dari pusat, di mana ketersediaan perangkat UNBK harus mencapai 50 persen yang disesuaikan dengan jumlah peserta ujian.

“Dinas ini akan selalu berusaha untuk terus mengusulkan pengadaan komputer dan peralatan lainnya supaya di Timika bukan hanya satu atau dua sekolah yang selenggarakan UNBK, tapi kalau boleh semuanya,” kata Manto.

Manto menambahkan, untuk semua SMP penyelenggara UNBK ini telah dipersiapkan secara matang. Selama beberapa bulan terakhir telah melaksanakan simulasi sebanyak dua kali dan beberapa pekan selanjutnya akan melaksanakan gladi bersih dan try out bersama. (Acik)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment