Berdoa Dan Mengampuni Musuh!

Bagikan Bagikan
Pdt. Dr. Eben Nuban Timo

Oleh Pdt. Dr. Eben Nuban Timo *)
BEBERAPA hari yang lalu saya mendapat video clip, rekaman wawancara dengan Pastor Karl Edmund Prier SJ, yang lebih dikenal dengan sapaan Romo Prier. Waktu ditanya mengapa Romo memaafkan orang yang memacoknya? Jawaban Romo Prier sangat sederhana: “Karena Injil katakan: Ampunilah kesalahan kami seperti kami pun mengampuni orang yang bersalah kepada kami. Hari-hari kita mendoakan doa ini. Jadi kita harus hayati dan amalkan isi doa ini.”

Pastor Prier mengharapkan agar pemuda yang memacoknya sadar akan kekeliruannya dan bertobat. Pastor Prier dipuji dan diakui kehebatannya oleh banyak orang. Dia sungguh misionaris sejati yang sudah menghayati dan mengamalkan apa yang sudah diajarkan Kristus kepadanya.

Sebagai pengikut Kristus kita pun sudah seharusnya bertingkahlaku lebih baik dari pada orang lain. Hari ini Yesus berkata: “Apabila kamu mengasihi orang yang mengasihi kamu, apakah upahmu? Bukankah pemungut cukai juga berbuat demikian? Apabila kamu hanya memberi salam kepada saudara-saudara-mu saja, apakah lebihnya dari pada perbuatan orang lain? Bukankah orang lain yang tidak mengenal Allah pun berbuat demikian? Karena itu haruslah kamu sempurna, sama seperti Bapamu yang di surga adalah sempurna.”

Matius 5:43-48  berbunyi : (43) Kamu telah mendengar firman: Kasihilah sesamamu manusia dan bencilah musuhmu. 44) Tetapi Aku berkata kepadamu: Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu. (45) Karena dengan demikianlah kamu menjadi anak-anak Bapamu yang di sorga, yang menerbitkan matahari bagi orang yang jahat dan orang yang baik dan menurunkan hujan bagi orang yang benar dan orang yang tidak benar.

(46) Apabila kamu mengasihi orang yang mengasihi kamu, apakah upahmu? Bukankah pemungut cukai juga berbuat demikian? (47) Dan apabila kamu hanya memberi salam kepada saudara-saudaramu saja, apakah lebihnya dari pada perbuatan orang lain? Bukankah orang yang tidak mengenal Allah pun berbuat demikian? (48) Karena itu haruslah kamu sempurna, sama seperti Bapamu yang di sorga adalah sempurna."

Ajaran Tuhan Yesus ini sudah seharusnya kita hayati dan amalkan. Karena kalau tidak, itu berarti kita tidak ada bedanya dengan orang lain yang tidak percaya kepada Tuhan Yesus.

Apa yang sudah dibuat oleh Romo Prier sungguh bagus dan mulia. Ia sudah menghayati dan mengamalkan ajaran Kristus. Ia sudah memberi kesaksian tentang apa artinya menjadi murid Kristus. Ia sama sekali tidak takut akan pemuda itu. Ia tidak lari meninggalkan umatnya. Ia menghayati dan mengamalkan tugas dan profesinya sebagai gembala umat, sebagai pastor. Dia tidak mau meninggalkan dombanya, umatnya. Ia siap menerima penderitaan demi umat yang dilayaninya.

Kalau Romo Prier sudah bisa menjalankannya, saya yakin kita yang lain pun bisa menjalankannya juga. Apa kira-kira rahasianya? Rahasianya adalah selalu menjalin relasi yang baik dengan Tuhan sumber kekuatan. Bersama Tuhan segala yang menakutkan dapat dihadapi dengan tenang dan damai. Saya percaya, bahwa Romo Prier memiliki Kristus yang hidup dalam situasi yang sangat kritis itu. Karena Kristus, ia pun sanggup memberi ampun dan mendoakan pemuda itu.

Kita berdoa semoga Tuhan memberi kita kekuatan dan kesabaran agar kita pun sanggup menghayati dan mengamalkan ajaran Kristus dalam hidup harian kita, secara khusus mendoakan dan mengampuni musuh kita. Tuhan memberkati. Amin. *) Dosen UKSW Salatiga
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment