Berkat Gerbang Mas Kopi Enauto dan Muanemani

Bagikan Bagikan
Berkat Gerbang Mas
Mulai Dilirik Investor Asing

SAPA (DOGIYAI) - Kopi produksi Kelompok Tani Enauto dan Muanemani di Kabupaten Dogiyai mulai di lirik investor asing dari Inggris. Potensi permintaan kopi produksi lokal masyarakat Dogiyai ini, mulai tersebarluaskan setelah pihaknya mempromosikan hasil  sumber daya alam Dogiyai pasca mendapat bantuan dari Pemprov Papua melalui Program Gerbang Mas di media sosial, Facebook.

Frans Pigai selaku salah satu mentor dua kelompok tani di Distrik Kamuu, Dogiyai ini mengaku telah datang investor asing dari Inggris yang meminta sample dua gram kopi.

“Iseng-iseng saya promosikan kopi ini lewat medsos, dan belum lama ini ada investor dari Inggris yang datang ke sini untuk melihat secara langsung proses pengelolaan kopi kami,” kata Frans kepada media di kantornya yang tak jauh dari Bandara Muanemani, Dogiyai, Selasa (13/3).

Sebelumnya kata, Frans, pihaknya tidak dapat mempromosikan hasil masyarakat, lantaran proses produksi kopi terbilang lama. Ia baru dapat menjalankan misinya tersebut, setelah mendapatkan bantuan dari Pemerintah Provinsi Papua melalui Dinas Koperasi dan UKM Pemkab Dogiyai berupa 12 unit mesin pengelola kopi beserta bangunannya kepada dua kelompok tani di Dogiyai.

“Dengan bantuan mesin dari Pemprov Papua pada 2016 lalu itu sangat membantu kami, sehingga saya memberanikan diri untuk mulai mempromosikan hasilnya kepada publik khususnya masyarakat di luar Papua bahkan luar negeri,” katanya.

Frans Pigai, yang sebelumnya pernah ikut pelatihan Di Bondowoso ini mengatakan, memang kelanjutkan dari survey itu, ia masih menunggu informasi lebih lanjutnya. Sehingga jika memang nanti ada permintaan dengan jumlah besar, pihaknya meminta dorongan pemerintah untuk operasionalisasi agar dapat meningkatkan hasil pengelolaan kopi tersebut lebih banyak.
“Memang saat ini hasil yang kami peroleh dari pengelolaan kopi hanya bisa untuk di konsumsi secara lokal dan terbatas, sehingga jika ada dorongan dari pemerintah tentunya kami akan menjaring semua petani kopi di Dogiyai agar dapat memanfaatkan sumber ini sebagai mata pencaharian,” jelasnya.

Ia mengatakan, bantuan mesin dari Program Gerbang Mas LUKMEN JILID I sangat membantu kelompok tani kopi, terutama mempersingkat produkai kopi yang sebelumnya membutuhkan waktu 30 - 60 hari, menjadi 14-20 hari.

“Jadi kalau dulu kami proses pembuatan dilakukan manual bisa sampai sebulan  bahkan dua bulan, sekarang hanya membutuhkan waktu dua pekan lebih,” ujarnya yang juga menyatakan kepuasan serta keinginan kelompok tani kopi Dogiyai agar LUKMEN dapat memimpin kembali Papua pada periode berikutnya. (Tim Humas LUKMEN)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment