BPK Tidak Tunjukkan Hasil Audit Dana Otsus

Bagikan Bagikan
Wakil Ketua (Waket) DPR RI, Fadli Zon
SAPA (TIMIKA) – Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Provinsi Papua hingga saat ini belum menunjukkan hasil pengauditan dana Otonomi Khusus (Otsus) Provinsi Papua selama 7 tahun terakhir. Padahal, sejak lama Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI telah meminta hasil audit tersebut, tetapi yang ditunjukkan hanya hasil pengauditan selama se-tahun yakni khusus 2010 dari beberapa kabupaten saja.

Wakil Ketua (Waket) DPR RI, Fadli Zon selaku ketua Tim Pemantau Undang-Undang Otsus wilayah Provinsi Papua mengatakan, beberapa waktu lalu DPR RI meminta hasil audit dana Otsus anggaran tahun 2011 hingga 2016 ke BPK, tetapi sama sekali tidak ditunjukkan.

“BPK tidak menunjukkan hasil audit yang kami minta. Padahal kami minta hasil audit dari tahun 2011 hingga 2016. Ternyata BPK melaporkan hasil audit dalam jangka waktu tujuh tahun itu tidak tersedia. Kami tidak tahu kenapa bisa tidak ada. Padahal itu penting untuk bisa kita evaluasi, karena sekarang kami sedang dalam proses pengevaluasian penerapan dana Otsus selama belasan tahun di Papua. Usia Otsus di Papua itu hampir lima belas tahun,” ungkap Fadli saat diwawancarai di Hotel Rimba Papua (RPH) Timika, Kamis (16/3).

Ia mengakui, sejal 15 tahun penerapan UU nomor 21 tahun 2001 tentang Otsus di Papua, hingga saat ini belum menunjukka hasil yang masksimal. DPR RI wajib mengetahui capaian maksimal ataupun tidak masksimal realisasi Otsus tersebut.

Dengan demikian, salah satu upaya pengumpulan data hasil maskimal dan tidak masksimal tersebut seharusnya diperoleh dari BPK, sehingga sangat disayangkan jika pengauditan tersebut belum ditunjukkan, karena berdasarkan ketetapannya, pemberlakukan UU Otsus tersebut khusus di Papua akan berakhir pada 2021 mendatang.

“Maksimal dan tidaknya itu bisa kita pahami dengan kondisi medan kita di Papua. Tapi kami butuh hasil auditnya khusus selama belasan tahun yang telah berjalan ini agar nanti kami bisa menargetkan selanjutnya Otsus di papua itu seperti apa. Apakah ada kenaikkan ataupun bagaimana?,” ungkapnya. (Acik)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment