Dana Otsus Harus Dirasakan Orang Asli Papua

Bagikan Bagikan
Anggota DPRD Mimika Elias Mirip

SAPA (TIMIKA) – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Dearah (DPRD) Kabupaten Mimika Elias Mirip mengatakan, dana otonomi khusus (Otsus) harus dapat dirasakan oleh masyarakat asli Papua.

“Dana Otsus digunakan untuk modal usaha peternakan yang langsung melibatkan orang asli Papua agar bisa lebih maju,” kata Elias Mirip ketika melakukan kunjungan di peternakan Babi milik Pemda di SP 6 Kamis (8/3).

Menurutnya, tujuan program pusat menginginkan orang Papua harus sejahtera. Dinas yang berhubungan langsung dengan masyarakat harus memperhatikan hal ini. Orang Papua harus sejahtera dalam hal perekonomiannya. Selama ini usaha-usaha seperti peternakan, kios dan lainnya pengelolaan secara kontinyu tidak ada.

Dijelaskan, OPD yang berhubungan dengan masyarakat harus membuat sebuah Usaha Kecil dan Menengah (UKM) seperti ternak babi, ayam, kios dan lainnya. UKM seperti ini yang harus di miliki oleh masyarakat papua.

Pemerintah harus memberikan kesempatan dan melatih orang asli Papua agar dapat menikmati pelayanan pemerintah di terutama di Kabupaten Mimika.

“Pemerintah harus memberikan kesempatan bagi masyarakat asli Papua untuk membuat UKM agar kehidupan mereka meningkat,” ujarnya.

Elias mengatakan, bila ada yang mengatakan orang Papua tidak mampu mengerjakan hal seperti itu, merupakan suatu pelecehaan terhadap orang Papua. Orang Papua itu siap dan mampu apabila dilatih dan diberikan modal untuk usaha. Agar mereka menjadi pengusaha mandiri seperti yang dilakukan LPMAK.

“Pembinaan perlu dilakukan secara kontinyu. Jangan ada kata orang Papua tidak mampu. Harus ada pelatihan, pengelolaan keuangan dan lainnya. Pemerintah bekerja untuk melayani seperti itu,” ungkap Elias.

Menurutnya, program pusat yang ada saat ini, sudah bagus untuk orang asli Papua. Hanya tinggal penerapannya saja. OPD yang mengelola keuangan banyak tidak sesuai dengan program prioritas bagi masyarakat.

“Seperti Dinas Peternakan harus dapat membuat peternakan untuk melibatkan masyarakat asli Papua. Program pemerintah harus dapat menyentuh kehidupan mereka,” jelas Elias. (Tomy)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment