Disnak Rutin Memberikan Vaksin dan Vitamin Kepada Ternak

Bagikan Bagikan
Kepala Dinas Peternakan, Yosefin Sampelino
SAPA (TIMIKA) - Pemerintah Daerah (Pemda) Mimika melalui Dinas Peternakan (Disnak), rutin memberikan vaksin dan vitamin kepada peternak untuk diberikan pada hewan ternaknya. Kepala Dinas Peternakan, Yosefin Sampelino mengatakan, pemberian vaksin itu bertujuan untuk mencegah penyebaran virus atau bakteri pada ternak.

"Vaksinasi harus rutin dilakukan. Virus atau bakteri tidak menulari manusia, tetapi bisa menyebabkan ternak akan mati mendadak. Para peternak ini sudah tahu bahwa setiap berapa kali harus diberikan vaksin dan vitamin karena peternak tidak akan mau rugi jika tidak mengikuti petunjuk yang benar, karena jika tidak mengikuti aturan yang ada maka ternaknya akan mati semua,” ujarnya saat ditemui Salam Papua, Senin (12/3) kemarin.

Pemberian vaksin dan vitamin hanya diperuntukan bagi peternak babi dan ayam, karena menjadii usaha rakyat di Mimika selama ini, sehingga tidak ada lagi pasokan daging babi dan telur dari luar daerah.

“Selain itu, peternak ayam petelur maupun daging ini lagi ada upaya untuk penjualan antar pulau dan itu sudah berjalan dan sangat bagus juga. Dan sekarang telur tidak berlebih, sudah lancar sekarang karena PT Freeport sudah mengambil telur lokal jadi sekarang telur normal,” ujarnya.

Selain itu, komoditi ternak sapi sangat berpotensi di Kabupaten Mimika. Kendati demikian, para peternak terhambat pada modal untuk mendatangkan bibit sapi.

“Jadi, yang belum ada pemasukannya adalah ternak sapi, ternak sapi yang ada sekarang paling khsusu untuk hari raya qurban. Jadi, ternak sapi di Timika belum bisa dilakukan maksimal seperti ternak ayam petelur, ayam pedaging dan ternak babi yang betul-betul sudah menjadi sebuah usaha,” ujarnya.


Ia pun menambahkan, ada tiga belas satuan pemukiman transmigrasi yang bisa dijadikan lahan usaha peternak dan pertanian.

“Apalagi ada 13 satuan pemukiman transmigrasi yang sudah jelas bahwa ada lahan usahanya untuk aktifitas peternak dan pertanian. Jadi, sebagian besar masih menjadi lahan tidur, sebenarnya lahan transmigrasi sangat berpotensial untuk ternak sapi,”ujarnya. (Salma)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment