Kadisdik Klaim Pendidikan Mimika Tidak Akan Mati

Bagikan Bagikan
Kadisdik Mimika, Jenny Ohestin Usmani

SAPA (TIMIKA) - Belakangan ini banyak yang menyampaikan persepsi dengan mengatakan bahwa pendidikan di Kabupaten Mimika bakal mati. Hal tersebut dibantah Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Mimika, Jenny Ohestin Usmani dan mengatakan hal itu salah. Jenny bahkan mengklaim bahwa menurutnya pendidikan di Mimika tak akan pernah mati.

Kondisi pendidikan di Mimika, menurut Jenny, masih saja berjalan secara normal layaknya pendidikan didaerah lain di Papua maupun diluar Papua. Salah satu bukti nyata bahwa pendidikan di Mimika tidak mati, adanya penambahan atau peningkatan jumlah sekolah menengah pertama (SMP) khusus Negeri yang melaksanakan ujian nasional berbasis computer (UNBK).

“SMP Negeri kita tahun ini ada lima yang akan melaksanakan UNBK. Ini merupakan peningkatan dan berarti pendidikan di Mimika tetap hidup dan tidak akan mati,” tegas Jenny saat ditemui di Kantor Disdik Mimika, Jumat (2/3).

Sebelumnya, di Mimika hanya ada dua SMP yang bisa menyelenggarakan UNBK karena kelengkapan fasilitas UNBK yang memadai, yakni SMP YPJ dan SMP Advent. Kini, terdapat lima SMP Negeri yang akan menyelenggarakan UNBK, yakni SMP Negeri 1, SMP Negeri 2, SMP Negeri 8, SMP Negeri 11 dan  SMP Sentra Pendidikan. Tidak hanya lima sekolah negeri tersebut, juga ada sekolah-sekolah swasta lainnya yang tahun ini juga sudah bisa menyelenggarakan UNBK.

Meski di Mimika terus didera berbagai konflik, akan tetapi pemerintah setempat melalui dinas pendidikan akan terus berupaya agar semua anak dalam wilayah konflik terus mendapatkan hak dalam mengenyam pendidikan.

Menurut dia, untuk anak-anak pengungsi dari Distrik Tembagapura, dalam hal ini dari beberapa kampung, seperti Kampung Banti, Kimbeli dan Utikini, sebagian besar telah direlokasi ke sekolah Taruna Papua di SP 4. Sedangkan untuk sebagian lainnya, saat ini sedang dalam upaya koordinasi bersama seluruh orang tua agar anak mereka bisa direlokasi ke sekolah-sekolah yang berada di kota Timika dan sekitarnya.

“Kita tidak tinggal diam. Untuk yang korban Banti, itu sebagian besar sudah kami sekolahkan ke Penjunan (Taruna Papua), dan ada diantara mereka yang merupakan kelas VI saat ini sudah siap mengikuti Ujian Nasional (UN). Untuk anak-anak lainnya yang tidak sempat dievakuasi saat itu, akan kami upayakan supaya di sekolahkan ke Timika semua,” tuturnya.

Selain relokasi anak-anak dari Banti, Kimbeli dan Utikini, ia juga mengatakan telah merelokasi semua anak-anak SD Negeri 1 Kwamki Narama ke SD Negeri 3 di Jalan Ahmad Yani.

“Anak-anak Kwamki yang merupakan korban bentrokan selama ini sudah kami pindahkan ke SD Negeri 3. Cuma untuk anak-anak kelas I dan II belum diizinkan oleh orang tuannya, karena pertimbangan mereka anak-anak kelas I dan II itu masih terlalu kecil. Tapi intinya kami tidak tinggal diam,” kata Jenny. (Acik)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment