P2TP2A dan Dinsos Akan Mendata Khusus Anak dalam Wilayah Darurat

Bagikan Bagikan
Kepala Bidang P2TP2A, Andreas Nauw
SAPA (TIMIKA) - Pusat Pelayanan Terpadu Perlindungan Perempuan dan Anak (P2TP2A) pada Badan Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (BP3A-KB) Kabupaten Mimika, akan bekerjasama dengan Dinas Sosial (Dinsos) Mimika untuk mendata secara khusus anak-anak yang hidup pada suatu wilayah dengan kategori darurat kekerasan.

Hal ini untuk memberikan penanganan khusus agar anak-anak bisa terbebas dari berbagai tekanan yang diakibatkan adanya tindakan kekerasan, pelecehan dan sebagainya.

Kepala Bidang P2TP2A, Andreas Nauw, mengatakan perlindungan terhadap hak anak dan perempuan telah diatur dalam Undang-undang. Ketika terjadi sesuatu yang bersifat mengancam atau menjadikan anak-anak dan perempuan sebagai korban atas kejahatan, maka akan diproses secara hukum.

“Kita tahu banyak anak-anak dan perempuan yang hidup bersama kelompok-kelompok yang rentan mengakibatkan terjadinya kekerasan, pelecehan dan penelantaran anak. Karena itu, tahun ini kami akan bekerjasama dengan dinsos, karena memang dinsos yang menangani persoalan anak-anak jalanan,” kata Andreas saat ditemui Salam Papua di ruang kerjanya, Kamis (1/3).

Dalam pendataan nanti apabila ditemukan adanya korban kekerasan, langsung ditangani, dalam hal ini memberikan pemulihan. Selain memberikan pemulihan terhadap korban, pelakunya pun akan diproses secara hukum jika korban melakukan pengaduan.

“Pemulihan itu bisa saja dilakukan dengan cara menampung para korban ke panti rehabilitasi khusus. Kemudian juga akan dilibatkan pihak kepolisian sebagai instansi yang bersinergi bersama P2TP2A. Tahun ini kami pastikan bisa melakukan pendataan,” ujarnya. (Acik)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment