Panti Rehabilitasi ENY Menampung 30 Anak Putus Sekolah

Bagikan Bagikan
Panti Rehabilitasi Eme Neme Yauware (ENY) Kabupaten Mimika di Kilometer 8
SAPA (TIMIKA) – Panti Rehabilitasi Eme Neme Yauware (ENY) Kabupaten Mimika, yang terletak di Kilometer 8, sejak tahun 2015 hingga sekarang telah menampung 30 anak yang putus sekolah. Panti ini berada di bawah koordinasi Dinas Sosial (Dinsos).

Hal ini dikatakan Pendamping Pekerja Sosial Kementerian di Timika, Deliana Hana Dahar, saat ditemui Salam Papua di ruang kerjanya di Panti Rehabilitasi, Selasa (6/3).

“Dari 30 anak yang putus sekolah dan kurang perhatian orang tua, kami tampung di sini. Namun beberapa anak telah mengikuti orang tua mereka ke PT. Pal dan ke Hoya. Sementara yang masih tetap bertahan di sini sekitar 10 anak saja,” kata Deliana.

Menurut dia, semua kegiatan program yang berjalan di Panti Rehabilitasi tersebut bergantung sepenuhnya kepada pemerintah, dalam hal ini Dinsos. Artinya, kegiatan hanya akan berjalan secara efektif jika ada anggaran dari Dinsos.

“Jadi anggaran yang akan diberikan ke kami, sesuai dengan kebijakan Kepala Dinas (Kadis) dan Kepala Bidang (Kabid). Sementara untuk pelayanan kepada anak-anak walaupun tidak ada dana tapi tetap kami jalankan sesuai dengan tugas pokok kami,” ujarnya.

Andaikan sudah ada dana, ungkap Deliana, akan diupayakan anak-anak yang ikut orang tua harus kembali. Namun sebelumnya harus dilakukan validasi kembali data-data dan melakukan koordinasi dengan Kadis Dinsos.

“Koordinasi itu sangat penting, karena kami tidak bisa mengatur sendiri semua anak-anak di sini. Sebab kami di sini di bawah Dinsos,” ungkapnya.
 
Deliana Hana Dahar  bersama anak-anak panti Rehabilitasi
Anak-anak yang masih bertahan di Panti Rehabilitasi tetap sekolah dan ditempatkan di asrama di SP 3. Setiap hari Sabtu mereka dijemput dari sekolah ke panti, sampai hari minggu. Dan kemudian pada hari senin sampai jumat mereka dikembalikan ke asrama.

“Anak-anak ini adalah anak-anak yang putus sekolah. Sehingga pembinaan yang diberikan di Panti adalah berupa pembinaan karakter, menulis, membaca, dan menghitung,” ujarnya.

Tambah Deliana, menyangkut fasilitas sarana dan prasarana itu di bawah tanggungjawab Dinsos. Beberapa fasilitas yang ada saat ini adalah satu asrama putra, satu asrama putri, satu ruangan kantor, dua perumahan dan satu gudang. Sementara untuk tenaga, ada tenaga kesehatan suster dan perawat, serta tenaga pelayan kerohanian. (Ervi Ruban)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment