Pejalan Kaki Keluhkan Motor Berlalu Lalang di dalam Pasar Lama

Bagikan Bagikan
Pasar Lama
SAPA (TIMIKA) – Para pejalan kaki mengeluhkan kendaraan bermotor roda dua (Motor) yang berlalu lalang di dalam kawasan Pasar Lama Timika hingga menyebabkan kemacetan dan mengganggu aktivitas jual beli. Dikhawatirkan, jika kondisi yang tidak nyaman seperti itu dibiarkan, maka bisa saja menimbulkan kecelakaan.

Dari pantauan Salam Papua, Kamis (8/3), terlihat beberapa warga baik dari pejalan kaki yang ingin berbelanja maupun penjual di Pasar Lama Timika, terkadang meneriaki pengguna motor yang membunyikan klakson motor. Tak hanya itu, lantaran banyaknya kendaraan bermotor berlalu lalang, juga sempat menyenggol pejalan kaki maupun barang dagangan.

Salah satu pembeli, Siti Rabiah mengatakan, Motor masuk ke dalam pasar sudah lama terjadi. Ia meminta agar segera diberlakukan aturan larangan bagi Motor melintas di kawasan itu.

“Bisa lihat sendiri, banyak pengendara yang merasa jalan ini adalah jalan raya. Mereka seenaknya saja kasih bunyi klakson. Kasihan para ibu-ibu atau pembeli yang berjalan kaki. Kami terpaksa harus berdempetan di pinggiran dekat barang dagangan orang,” ujarnya kepada Salam Papua.

Senada dengan hal itu, Rahmi yang juga pejalan kaki yang hendak membeli ikan, mengatakan, adanya Motor dalam kawasan itu juga merampas hak-hak para pejalan kaki. Pasalnya, para pejalan kaki kesulitan saat ingin membeli sesuatu.

“Pernah saya belanja sayur disini, saya kena senggolan dari motor. Setidaknya mereka juga lihat kita yang sedang berbelanja. Mau marah juga tapi percuma. Karena setiapa hari, kendaraan bermotor pasti berlalu lalang,” ujar Rahmi.

Sementara itu, salah seorang pedagangan sayur, Mama Ika, mengharapkan adanya penataan pasar lama Timika sehingga para pembeli dan pedagang bisa merasa nyaman.

“Mungkin kalau pasar ini diperbaiki atau dikasih luas, mungkin lebih bagus. Ada jalan untuk kendaraan bermotor dan pejalan kaki,” ujarnya.

Ia pun menambahkan, sembari menunggu penataan, penyediaan parkiran bagi Motor di kawasan pasar lama Timika pun sangat diperlukan.

“Saya setiap hari berjualan di sini, jadi sangat senang bila jalanan lancar-lancar saja. Untuk pengguna motor bisa memarkir motornya di parkiran,” ujar Mama Ika.

Terkait hal itu, salah satu pengendara motor yang tidak ingin disebutkan namanya mengaku, dia mengendarai motor di dalam pasar itu karena mengikuti kebiasaan yang ada.

“Saya hanya ikut-ikut saja. Awalnya saya memarkir motor di depan penjual pakaian bekas (Cakar Bongkar) lalu masuk ke dalam pasar untuk berbelanja. Terus saya lihat banyak motor yang keluar masuk dalam pasar ini. Jadi saya pikir untuk coba saja. Toh hemat waktu juga,” ujarnya saat ditemui Salam Papua.  (Salma)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment