Perekrutan Tenaga Kerja Baru di RSUD Langgar Kesepakatan

Bagikan Bagikan
Komisi C DPRD Mimika Thadeus Kwalik
SAPA (TIMIKA) – Komisi C DPRD mempertanyakan perekrutan tenaga kerja baru yang dilakukan oleh Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Mimika. Perekrutan tenaga kerja ini dinilai melanggar kesepakatan karena ada 17 pekerja diberhentikan secara sepihak dan dilakukan perekrutan baru.

Anggota Komisi C DPRD Kabupaten Mimika Thadeus Kwalik mengatakan, pihak RSUD sudah melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) secara sepihak kepada 17 orang tenaga kerja meliputi perawat, bagian gizi, bidan dan security.

Sesuai dengan kesepakatan bersama, Komisi C sudah menyampaikan kepada Direktur RSUD dr Evelyn, agar mempekerjakan kembali tenaga kerja yang di PHK oleh pihak RSUD. Penyampaian nama nama yang di PHK RSUD sudah diserahkan kepada Direktu RSUD beberapa waktu lalu di Jayapura.

“Nama nama yang di PHK tersebut sudah saya serahkan kepada Direktur RSUD waktu pembahasan anggaran di Jayapura. Penyerahan nama- nama yang di PHK tersebut dilakukan di hadapan Ketua DPRD, Sekda, dan Tim anggaran,” kata Thadius Kwalik kepada Salam Papua di Gedung DPRD Jalan Cenderawasih, Kamis (8/3).

Thadeus menegaskan, apa yang telah menjadi kesepakatan itu tidak diindahkan oleh Direktur RSUD. Apabila dilakukan perekrutan berasal dari luar tanpa memperhatikan masyarakat asli Papua yakni Amungme dan Komoro itu akan menjadi pertanyaan anggota DPRD.

“Ada apa ini, direktur tidak menghormati apa yang kami sampaikan kepadanya,” ujar Thadius.
Menurutnya, tenaga kerja yang di PHK pihak RSUD tersebut sudah bekerja selama 8 tahun bahkan ada yang lebih. PHK dilakukan secara sepihak padahal tidak ada kesalahan yang di lakukan karyawan. Ia menilai, dibalik perekrutan tenaga yang baru ada indikasi didalamnya.
“Direktur RSUD jangan bermain-main dengan hal seperti ini. Apabila hal seperti ini dilakukan terus menerus akan seperti apa nantinya,” jelas Thadeus.

Sementara, salah seorang perawat RSUD Antonius Beanal, mengakui adanya PHK sepihak oleh pihak RSUD. Pengganti dari tenaga yang di PHK sudah direkrut dengan tenaga yang baru.
“Saya termasuk salah seorang yang di PHK, tapi karena saya desak akhirnya saya masih bekerja di RSUD,” ujarnya. (Tomy)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment