PLN Arahkan Pelanggan Listrik Gunakan Meteran Prabayar

Bagikan Bagikan
Kepala PLN Area Timika, Salmon Karet

SAPA (TIMIKA) – PT. PLN (Persero) Area Timika, Kabupaten Mimika mengarahkan pelanggan listrik yang masih menggunakan meteran pascabayar, agar diganti dengan meteran prabayar. Mengingat semakin banyak masalah tunggakan pembayaran yang menggunakan rekening listrik pascabayar.

Kepala PLN Area Timika, Salmon Karet kepada Salam Papua diruang kerjanya, Jumat (2/3) menjelaskan, masih banyak masyarakat yang menggunakan meteran pascabayar. Karena asumsi yang menyebutkan meteran lama lebih efektif dan murah, dibandingkan menggunakan meteran prabayar. Sementara penggunaan aliran listrik itu tergantung dari pemakaian masing-masing pelanggan itu sendiri.

“Kedepan semua harus begitu, kecuali pelanggana-pelanggan tertentu yag diatas daya 41,5 VA kalau dibawah 33 VA itu rata-rata semua harus semua punya meteran prabayar tidak terkecuali,” kata Salmon.

Dikatakanya, pembayaran rekening listrik kepada pelanggan pascabayar sendiri tergantung dari pemakaian listrik. Jika pemakaian listrik besar dengan daya KWH, maka biayanya juga mengikuti. Berbeda dengan menggunakan token listrik, pelanggan secara langsung bisa mengontrol penggunaan listrik dengan membeli pulsa di counter layanan pulsa listrik yang ada dikota Timika.

“Kalau kita pakai sedikit, KWH sedikit, sehingga kita berpikir menggunakan semua prabayar khususnya rumah tinggal,” ungkap Salmon.

Ditambahkan Salmon, pelanggan listrik yang sebagian besar adalah rumah tangga, diharapkan bisa mengganti meteran listrik dari pascabayar menjadi prabayar. Jika menggunakan meteran prabayar maka tidak akan ada yang memutus aliran listrik karena menunggak pembayaran listrik itu sendiri.

Untuk pengalihan meteran dari pascabayar ke prabayar sebut Salmon, memang pihaknya mempunyai target khusus untuk pelanggan rumah tangga. Dengan pola pikir yang masih menggunakan meteran pascabayar ini, maka akan dilaksanakan secara bertahap.

“Makanya kita berpikir yang baik yakni meteran prabayar, ibu bapak yang menggunakan pulsa yang membeli pulsa itu sendiri,” jelas Salon.  (Ervi Ruban)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment