PU Pasang 500 SR Saluran Air Minum

Bagikan Bagikan
Kadis PU Mimika, Robert Mayaut
SAPA (TIMIKA) –Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Mimika, telah memasang 500 Sambungan Rumah (SR) atau instalasi pasokan air minum bagi masyarakat yang telah terdaftar di beberapa titik dalam wilayah Kota Timika.

Sumber pasokan air berasal dari beberapa sumur dalam yang terletak di beberapa titik diantaranya, di belakang Kantor Polres, Koperapoka, Kantor DPRD lama, Jalan Ahmad Yani  serta beberapa sumur lainnya sebagai sumur dalam dengan kapasitas kecil.

Kadis PU Mimika, Robert Mayaut  mengatakan,  pekerjaan saluran air minum di Mimika telah dimulai sejak tahun 2012 lalu.  Tapi dikarenakan harus didahului dengan kajian sumber air dan menunggu cakupan anggaran, maka pekerjaannya masih berlanjut hingga saat ini. Dengan demikian, meski belum dialiri air, tetapi  saat ini 500 SR telah terpasang.

“Kita sudah memasang SR di beberapa titik dalam wilayah padat pemukiman seperti, di belakang  Hasdjrat Abadi, Patimura, Busiri, Kartini, Pendidikan, Belibis, Serui Mekar hingga Poumako. Tapi dari semua titik itu tidak semua warga telah terpasang, karena pemasangan SR itu berdasarkan permintaan warga,” kata Robert saat ditemui di Kantor Pusat Pemerintahan (Puspem) Mimika, Senin (12/3).

Menurut Robert, selain 500 SR yang telah terpasang tersebut, juga masih ada sebanyak 500 SR lainnya yang masih tersedia di gudang milik PU. Dalam hal ini, sebagai persiapan jika selanjutnya ada  permintaan pemasangan dari warga di beberapa titik yang disebutkan di atas.

“Kita akan terus kaji kualitas air dan kemampuan tekanan air di setiap rumah yang telah terpasang SR itu. Berarti kalau dari lima ratus itu semuanya mengaku bahwa air berjalan lancar dan berkualitas, maka otomastis warga lainnya akan ikut mendaftar. Setiap warga yang ingin memasang air bersih maka akan langsung menemui UPTD PU,” tuturnya.

Dijelaskan, pemasangan SR tidak dikenai biaya, tetapi ketika pasokan air telah berjalan maka akan dikenai biaya berdasarkan  tiga tingkatan yakni, sosial, rumah tangga dan subsidi dengan kisaran Rp 1000  dan 2000 per-Kubik.

“Jadi kalau air itu dipakai hanya untuk kebutuhan rumah tangga, berarti hanya dibayar seribu rupiah, kos-kosan sebesar dua ribu rupiah. Untuk sekolah-sekolah dan gereja dan tempat ibadah lainnya itu, biayanya sama saja hanya seribu rupiah,” jelasnya. (Acik)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment