Baku Tembak Antara TNI dan KKSB Kembali Terjadi, Satu Orang Tewas

Bagikan Bagikan
Kapendam XVII/Cenderawasih, Kolonel Inf Muhammad Aidi menyampaikan keterangan pers di Timika.


SAPA (TIMIKA) - Pengejaran kelompok kriminal separatis bersenjata (KKSB) yang dilakukan TNI di enam kampung Distrik Tembagapura, Kabupaten Mimika terus berlangsung. Baku tembak kembali terjadi antara pasukan TNI dengan KKSB dalam pengejaran di Kampung Opitawak, Rabu (4/4). Satu orang dari pihak KKSB dinyatakan tewas serta dua orang lainnya luka-luka.

"Kurang lebih jam 10.15 upaya pengejaran dilakukan oleh TNI terhadap kelompok KKSB, dan terjadi kontak tembak di Kampung Opitawak," kata Kapendam XVII/Cenderawasih, Kolonel Inf Muhammad Aidi saat memberikan keterangan pers kepada wartawan di Timika, Rabu siang.

Pada saat baku tembak terjadi, TNI terus melakukan pengejaran terhadap KKSB, namun dalam pengejaran itu ditemukan satu orang tergeletak tidak bernyawa dan menangkap dua orang dalam kondisi terluka.

"Satu korban tewas dari kelompok KKSB. Setelah kita data, ternyata atas nama Timotius Omabak. Kemudian dua orang luka-luka atas nama Ruben Upugau dan dan remaja berusia kurang lebih 15 tahun bernama Kapin Uwamang," jelasnya.

Dua korban luka-luka, kata Aidi, belum diketahui secara pasti apakah mereka merupakan bagian dari KKSB atau bukan. Atau juga, mereka hanya dijadikan sebagai tameng oleh KKSB dalam melakukan perlawanan terhadap pasukan TNI-Polri.

"Yang jelas pada saat terjadi kontak tembak, mereka bergabung bersama-sama disitu, yang lainnya berhasil melarikan diri," katanya.

Selain itu, pasukan TNI juga menemukan dua pucuk senjata jenis M16 dilokasi baku tembak, Kampung Opitawak.

"Ditemukan dua pucuk senjata jenis M16 dengan beberapa butir amunisi dengan selongsongnya. Juga dengan bercak-bercak darah kemudian ada satu Noken tertulis Puncak Jaya," katanya.

Sebelumnya, dalam peristiwa baku tembak antara TNI dengan KKSB pada 1 April 2018, jatuh korban dari pihak TNI yakni Pratu Vicky Rumpaisum, anggota dari Yonif 751/Raider. Sedangkan dari pihak KKSB juga terdapat dua korban tewas dan puluhan lainnya luka-luka. Hal itu diketahui TNI berdasarkan pantauan drone.

Enam kampung di Tembagapura yang sebelumnya dikuasai KKSB yakni Kampung Longsoran, Utikini Lama, Kimbeli, Banti 1, Banti 2 dan Opitawak, telah berhasil direbut dan diduduki TNI-Polri. Dari keenam kampung tersebut saat dikuasai KKSB, dilakukan aksi pembakaran fasilitas umum berupa rumah sakit dan gedung sekolah SD juga SMP, serta beberapa rumah warga.

Saat ini upaya pengejaran masih terus dilakukan TNI-Polri guna mengamankan wilayah dari gangguan KKSB. Sedikitnya dari peristiwa ini sudah terdapat empat korban meninggal dunia dan puluhan lainnya luka-luka. (Sld)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment