DPRD Minta Mobil Rental di Timika Diamankan

Bagikan Bagikan
Yohanis Kibak
SAPA (TIMIKA) – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Mimika, Elminus Mom meminta aparat keamanan baik TNI-Polri untuk mengamankan mobil rental yang beroperasi di Timika. Permintaan ini berkaitan dengan maraknya aksi pembunuhan yang berhubungan dengan konflik di Kwamki Narama.

Menurutnya, aksi pembunuhan yang selama ini terjadi di duga didalangi oleh pihak ketiga yang ingin membuat kekacuan di Kwamki terus berlanjut. Tidak hanya itu, diindikasi pihak ketiga yang diduga bermain tersebut, memanfaatkan mobil rental yang ada di Timika.

Ketua komisi C DPRD Kabupaten Mimika, Yohanis Kibak mengatakan, aksi pembunuhan yang terjadi di Timika selama ini, dilakukan oleh pihak ketiga. Pihak ketiga ini menginginkan konflik di kwamki narama terus terjadi.

Menurutnya, pihak ketiga yang di duga melakukan pembunuhan di Timika biasanya beroperasi dengan menggunakan mobil rental dengan mengunakan kaca hitam. Melihat hal itu, mobil mobil rental yang beroperasi di Timika harus diamankan.

"Kami meminta aparat keamanan untuk menertibkan mobil mobil rental yang beroperasi di Timika. Karena kami duga pihak ketiga yang biasanya melakukan aksi pembunuhan yang berhubungan dengan kwamki narama," kata Yohanis kepada wartawan di gedung DPRD jalan Cenderawasih Selasa (17/4).

Ia menambahkan, apabila mobil mobil rental masuk ke kampung-kampung di Timika, harus membuka kaca pintu mobil. Hal ini agar orang lain bisa melihat siapa yang berada di dalam mobil dan mau kemana.

Mobil patroli harus jalan mobil rental jangan lagi beroprasi. Masyarakat Kwamki itu tidak tahu masalah, tapi tiba tiba mendapatkan infomasi bahwa telah terjadi pembunuhan.

"Warga di Kwamki itu tidak tahu masalah diluar, tapi tiba-tiba mendapatkan informasi telah terjadi pembunuhan. Ini dilakukan oleh pihak ketiga," ujarnya.

Menurutnya, untuk menyelesaikan perang  di Kwamki Narama jangan tunggu adat. Untuk meredakannya harus penegakan hukum di jalankan.  Pihak pemerintah dan pihak keamanan harus tegas apabila ingin menyelesaikan perang di Kwamki Narama.

"Penyelesaian secara adat itu penting, tapi penegakan hukum itu harus jalan untuk meredam konflik yang terjadi," tuturnya.

Perang yang terjadi di Kwamki Narama, kata Kibak, bukan perang suku tapi ini perang saudara yang terjadi. Sehingga penyelesaian dapat dilakukan secara perlahan lahan antar kelompok dan keluarga.

Orang-orang yang diluar Kwamki narama yang bermain itu harus di tangkap pihak keamanan. Pihak ketiga itu biasanya bermain dengan menggunakan mobil rental di Timika.

"Mobil rental ini yang mereka gunakan untuk bermain keliling Timika dan melakukan pembunuhan di mana mana di Timika. Dalam hal ini pihak keamanan dan pemerintah harus tegas," ungkapnya. (Tomy)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment