250 KK di Agimuga Butuh Rumah Layak Huni

Bagikan Bagikan
Kepala Distrik Agimuga, Yulius Katagame
SAPA (TIMIKA) - Kepala Distrik Agimuga, Yulius Katagame mengaku ada sebanyak 250 Kepala Keluarga (KK) yang tersebar di delapan Kampung di Distrik Agimuga membutuhkan rumah layak huni. Dimana, 120 rumah dari 250 KK tersebut harus direhab. Mengingat kondisi tiang, dinding berpapan, lantai dan juga atap pada setiap rumah sudah lapuk dan mudah roboh.

Kata Yulius, dari ratusan yang membutuhkan hunian layak tersebut, Dinas Perumahan, Kawasan Pemukiman dan Pertanahan Kabupaten Mimika hanya merekomendasikan lima unit rumah. Namun, hingga kini itupun belum ada kepastian untuk pelaksanaan pembangunannya.

“Saya sudah sering mendengar keluhan dari masyarakat saya, karena memang banyak sekali yang masih menumpang dalam satu atap. Kemudian, ada juga rumahnya yang sudah mulai roboh karena bahan bangunanya sudah lapuk. Memang tahun ini dari dinas perumahan rencananya akan bangun lima unit saja, tapi belum ada kejelasannya,” ungkap Yulius saat ditemui di Kantor Pusat Pemerintahan Kabupaten Mimika, pada Jumat (25/5).

Berdasarkan hasil inventarisir oleh pihak distrik, jumlah keluarga yang membutuhkan rumah di setiap kampung cukup bervariasi, mulai adari tiga hingga 10 kepala keluarga.

“Sesuai dengan kondisi di pedalaman, perumahan itu dibangun menggunakan material kayu, juga akan dibangun model panggung dengan ukuran dua kamar, dapur dan kamar mandi,” katanya.

Ia juga menjelaskan, saat ini pihaknya masih menunggu pencairan dana stimulan yang rencannya baru akan disalurkan bersamaan dengan dana desa (DD) beberapa waktu kedepan. Namun, menurut dia, dana stimulan yang ditunggu akan digunakan untuk monitoring program pembangunan yang akan dibangun menggunakan dana desa.

“Stimulan belum diterima. Nanti dana stimulan akan kita pakai bersama dengan aparat, dalam hal ini babinsa di koramil untuk monitoring terkait dengan kegiatan pembangunan desa menggunakan dana desa,” tuturnya. (Acik)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment