3 Tuntutan Para Buruh Dalam Aksi Mayday

Bagikan Bagikan
Untuk berita 3 Tuntutan Para Buruh
SAPA (TIMIKA) - Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) Kabupaten Mimika memperingati hari Buruh Sedunia atau Mayday dengan menggelar orasi dan konvoi keliling Kota Timika. Ratusan eks karyawan ini menyatakan 3 tuntutan yang ditujukan kepada Presiden RI Ir. Joko Widodo.

Ketua Dewan Pimpinan Cabang SPSI Kabupaten Mimika Aser Gobay, ST ketika di wawancara sebelum aksi berlangsung mengatakan, Hari Buruh Sedunia wajib diperingati oleh seluruh buruh di seluruh dunia termasuk buruh di Kabupaten Mimika sebagai kebangkitan kaum buruh di dunia untuk memperjuangkan keadilan dan kesejahteraan.

"Jadi mayday itu merupakan kewajiban seluruh pekerja serikat dan keluarga wajib memperingatinya  karena merupakan kebangkitan buruh internasional," kata Aset Gobay saat ditemui di Gedung Eme Neme Yauware, Senin (1/5).

Ia menjelaskan, aksi demo damai yang berlangsung dibuka dengan ibadah dan melakukan konvoi keliling Kota Timika dan diakhiri dengan orasi di bundaran Timika Indah.

Dalam tuntutannya para buruh menyampaikan 3 tuntutan yang di tujukan kepada Pemerintah Pusat dalam hal ini Presiden RI Ir Joko Widodo dan Jusuf Kalla agar segera mengusut tuntas PHK sepihak yang di lakukan oleh Management PT Freeport Indonesia akibat dari peraturan yang dikeluarkan oleh pemerintah pusat, serta mengusut tuntas pelanggaran HAM berat terhadap karyawan mogok kerja, hentikan Union Busting, hentikan keterlibatan TNI/Polri dalam hubungan industrial.

"Kita memperingati perjalanan serikat pekerja di Mimika dan kesejahteraan keluarga dan didalamnya ada 3 tuntutan diantaranya kami meminta kepada presiden Joko Widodo dan Jusuf Kalla untuk menyelesaikan masalah moker di Timika, karena imbasnya dari peraturan yang dikeluarkan oleh pemerintah pusat dan juga molornya negosiasi Divestasi KK ke IUPK," jelasnya.

Dirinya berharap, dengan peringatan Hari Buruh Sedunia, aspirasi terkait kesejahteraan bisa disuarakan kepada pihak pemerintah baik daerah maupun pusat, terlepas dari adanya tunggangan politik didalamnya.

"Harapan kami, dengan adanya mayday tidak ada kait mengait dengan kepentingan lain tapi hanya untuk memperingati, karena itu kami mengimbau agar apa yang disuarakan wajib diperhatikan oleh pemerintah daerah karena persoalan ini yang mereka harus melihat. Dan kepada Freeport harus taat terhadap aturan," katanya. (Tomy)

Sebanyak 330 Personil Dikerahkan Mengamankan Aksi Mayday
SAPA (TMIKA) - Satuan Polres Mimika mengerahkan sebanyak 300 personil TNI Polri untuk melakukan pengamanan terhadap aksi buruh dalam memperingati hari mayday Selasa (5/1).  Selain 300 personil TNI Polri juga di bantu dari Brimob dari Jogja sebanyak 1 SSK (Satuan Setingkat Kompi)

Kabag Ops Polres Mimika Kompol Toni Upuya mengatakan, kegiatan spontanitas para buruh yang melakukan aksi demonstrasi dalam memperingati hari mayday di bawah pengawasan TNI Polri dan dibantu sebanyak 1 SSK brimob dari Jogja.

Menurutnya, ribuan para buruh yang terdiri dari para guru honor dan warga Timika yang masih mencari pekerjaan ini ikut ambil bagian dalam hari mayday yang jatuh pada Selasa (5/1).

“Kita mengerahkan 330 personil dari TNI Polri di bantu dari Brimob Jogja untuk mengamankan aksi tersebut,” kata Kabag ops di Bundaran Timika Indah.

Diakuinya, pengamanan pertama di lakukan di Gedung Eme Neme Yauware yang merupakan titik kumpul para buruh. Kemudian ruas jalan yang digunakan untuk konvoi dilakukan penjagaan oleh unit satuan lalu lintas Polres Mimika

“Semua ruas jalan kita jaga, untuk konvoinya kita serahkan kepada unit satuan lalu lintas. Dan titik kumpul mereka berada di Gedung Eme Neme,”ujarnya.

Diakuinya, kegiatan ini merupakan aksi spontanitas para buruh dan langsung menyampaikan aspirasi.  Berhubungan dengan hari mayday maka kegiatannya bersifat spontanitas.

“Untuk ijinnya sendiri tidak ada, karena kegiatannya bersifat spontanitas. Tapi semua dalam pengawasan kita,” tambahnya.

Pantauan Salam Papua, ribuan buruh yang terdiri karyawan PT Freeport Indonesia yang melakukan aksi mogok kerja melakukan konvoi kendaraan. Titik kumpul dari Gedung Eme Neme melalui jalan Budi Utomo, Hasanuddin masuk ke jalan Yos Sudarso dan kembali ke gedung Eme Neme.

Ribuan para buruh ini, melakuan aksi konvoi dengan menggunakan kendaraan sepeda motor, mobil pribadi, dan sejumlah truk. (Tomy)

Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment