67 Peserta Ikut Diksar Gada Pratama

Bagikan Bagikan
 Ilustrasi Satpam.

SAPA (TIMIKA) - Sebanyak 67 orang peserta pendidikan dasar (Diksar) Satuan Pengaman (Satpam) Gada Pratama angkatan II yang dikelola Badan Usaha Jasa Pengamanan (BUJP), PT Putra Otomona Jaya. Kegiatan ini di laksanakan di Markas Komando (Mako) Brimob Batalyon B, Jalan Agimuga-Mile 32, Senin (28/5).

Menurut pimpinan PT Putra Otomona Jaya, Gregorius Okoare, kegiatan ini merupakan program baru yang dibuat untuk pendidikan dan pelatihan yang  berbasis kedisplinan dan lainnya. Diksar jasa pengamanan satpam atau security yang digelar kali ini, merupakan angkatan kedua. Pesertanya terdiri dari anak-anak asli Papua dan non Papua. Nanti, setelah mengikuti diksar, peserta akan ditempatkan di beberapa perusahaan yang ada di kawasan PT Freeport Indonesia (PTFI).

“Mereka yang mendapat pelatihan ini nantinya akan ditempatkan di kawasan perusahaan PT Freeport Indonesia. Sehingga pelatihan dasar harus diberikan sebagai persyaratan untuk menjadi security,” kata Gregorius Okoare.

Ia menilai, saat ini security yang ada di Mimika setelah diperiksa, banyak ditemukan tidak memiliki sertifikat Diksar Gada Pratama. Mereka yang tidak memiliki sertifikat, kata Gregorius, merupakan security ilegal dan sepatutnya tidak boleh menjadi security.

“Ini sesuai dengan aturan yang dikeluarkan oleh Kapolda dan Kapolri, untuk menjadi security harus mengikuti pendidikan dasar dan mengantongi sertifikat,” ujarnya.

Terkait banyaknya security yang dianggap ilegal karena tidak mengantongi sertifikat diksar, kata Gery sapaan akrab Gregorius Okoare, nantinya dari pihak Pembinaan Masyarakat (Binmas) baik Polres Mimika dan Polda Papua akan melaksanakan sweeping ke perusahaan.

Meski begitu, sudah banyak juga perusahaan di Mimika yang mengirim security mereka untuk mengikuti diksar Gada Pratama diluar Mimika, seperti misalnya di Bogor, Surabaya dan Jakarta. Tentunya hal ini, menurut dia, memakan biaya yang cukup banyak.

Sehingga berdasarkan rekomendasi dan izin yang diberikan kepada PT Putra Otomona Jaya, maka, kegiatan ini dapat di lakukan di Mimika dengan bekerjasama pihak keamanan. Dimana kegiatan pelatihan, pembinaan dan operasional satpam mengacu pada Peraturan Kapolri (Perkap) nomor 24 tahun 2007.

“Kita pemengang izin untuk melakukan pelatihan di Timika. Sehingga perusahaan yang lain tidak boleh ada yang membuat pelatihan yang sama,” katanya.

Mengikuti pelatihan ini, seluruh peserta akan diberikan pelatihan dan pendidikan selama dua minggu, terhitung sejak 28 Mei 2018. Dimana, pelatihan yang diberikan berupa latihan beladiri dan meteri pelatihan dari kepolisian.

“Lebih condongnya seperti latihan di kepolisian, baik itu segi pendidikan maupan kedispilinan,” ujarnya.

Dalam pembukaan Diksar Gada Pratama angkatan kedua ini, dihadiri Direktur Binmas Polda Papua yang diwakili Kasubdit Satpam/Polsus, AKBP R. Dwi Iriani, dan Komandan Batalyon (Danyon) B Brimob Polda Papua, Kompol I Gede Putra, Kepala Satuan (Kasat) Binmas Polres Mimika, AKP Frits J. Erari dan perwakilan manajemen PTFI. (Tomy)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment