Agar Lebih Dekat, Bangunan Perumahan Kesehatan Baiknya Jadi Pustu Iwaka

Bagikan Bagikan
Anggota Dewan saat meninjau Pustu Iwaka.
SAPA (TIMIKA) – Anggota Komisi C DPRD Mimika yang membidangi kesehatan, meminta kepada dinas terkait agar Pusat Kesehatan (Pustu) yang berada di Distrik Iwaka, dapat dipindahkan ke tempat yang lebih dekat dengan pemukiman warga.

Anggota Komisi C DPRD Mimika, Thadeus Kwalik, mengatakan bangunan untuk perumahan kesehatan sudah di bangun di lahan gereja, tetapi hingga kini belum juga dimanfaatkan. Bangunan perumahan ini letaknya tidak jauh dari pemukiman warga kampung di Iwaka. Oleh karena itu, menurut dia, agar fasilitas kesehatan dapat dijangkau oleh warga, maka, bangunan perumahan kesehatan tersebut agar dapat dijadikan sebagai pustu, sedangkan pustu yang ada saat ini dapat digunakan untuk perumahan kesehatan.

“Pembangunan pustu tidak harus di lakukan, tapi barter tempat dapat dilakukan oleh dinas terkait. Pemerintah hanya melakukan renovasi sedikit di pustu, agar dapat dijadikan tempat tinggal tenaga kesehatan,” kata Thadeus kepada Salam Papua, pada Jumat (25/5) di Gedung DPRD Mimika, Jalan Cenderawasih.

Kata Thadeus, hal itu sesuai dengan permintaan warga Iwaka. Bangunan yang diperuntukkan bagi tenaga kesehatan tidak pernah di manfaatkan. Padahal, bangunan sudah selesai dibangun namun sampai kini belum digunakan.

“Sesuai dengan permintaan warga Iwaka, bangunaan perumahan yang ada di jadikan pustu. Bangunan besar tapi tidak digunakan, itu sangat disayangkan,” ujarnya.

Begitupun apabila pemerintah tidak ingin memindahkan pustu ke tempat yang lain, menurut Thadeus, alangkah baiknya barter tempat dapat di lakukan guna mengatasi permintaan warga. Sebab ia menilai, letak pustu yang ada saat ini cukup jauh dari pemukiman warga yang berada di ujung kampung Iwaka.

“Pemerintah tidak perlu membangun lagi, cukup dengan barter tempat saja. Bangunannya sudah ada kok, tinggal dimanfaatkan saja,” tuturnya.

Ia menambahkan, keluhan warga Iwaka juga sama persis dengan keluhan warga Sp 5-Kampung Limau Asri dan Sp 6-Kampung Naena Muktipura. Keluhannya agar pemerintah menyediakan mobil operasional di setiap pustu. Dimana mobil operasional dinilai sangat penting agar dapat membawa warga yang sakit apabila membutuhkan penanganan pelayanan kesehatan.

Selama ini, warga yang sakit datang ke pustu harus berjalan kaki. Apabila dirujuk ke rumah sakit di kota Timika, harus lagi menyewa kendaraan atau memanfaatkan kendaraan milik warga yang ada. Selain itu, alat komunikasi juga perlu dilengkapi untuk disetiap pustu.

“Kita ingin pemerintah dapat menyediakan mobil operasional untuk setiap pustu atau puskesmas yang ada. Alat komunikasi juga harus dilengkapi agar komunikasi dapat berjalan baik dengan rumah sakit yang ada,” katanya. (Tomy)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment