Dewan Kecam Aksi Teroris

Bagikan Bagikan
Anggota Komisi A Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Mimika, Mathius Uwe Yanengga 
Perketat Pintu Masuk di Bandara dan Pelabuhan
SAPA (TIMIKA) - Anggota Komisi A Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Mimika, Mathius Uwe Yanengga mengecam aksi teroris yang terjadi di Surabaya. Aksi pelaku bom bunuh diri mentargetkan tempat ibadah yang sedang melaksanakan ibadah.

"Aksi teroris ini sangat tidak berperikemanusiaan. Apalagi dengan melakukan aksi bunuh diri dengan meledakkan diri sendiri di tempat ibadah," kata Mathius Uwe Yanengga saat ditemui wartawan di kantor DPRD Mimika, Senin (14/5).

Menurutnya, pelaku teror melakukan perbuatan yang sangat tidak berprikemanusiaan karena menghilangkan nyawa manusia dengan begitu sadisnya.

"Pelaku teror juga manusia dan mampu  membunuh orang dengan begitu keji, dan saya pikir itu paling biadab," ujarnya.

Dia mengimbau warga Timika juga harus waspada terkait aksi-aksi teroris. Saat ini di pemberitaan, bahwa Timika juga sudah di masuki oleh teroris. Hal ini perlu diwaspadai dan memperkuat peran intelejen sehingga bisa dicegah lebih awal.

Pihak Densus 88 Mabes Polri melakukan penggerebekan di SP 5 Distrik Iwaka Kabupaten Mimika yang diduga terlibat dalam teroris.

"Bukan hanya di kota-kota besar yang ada di Indonesia, tapi di Timika kemarin ada penangkapan jadi peran intelejen harus kuat untuk mencegahnya lebih awal,” ungkapnya.

 Untuk mengantisipasi hal serupa, masyarakat di minta agar melaporkan orang  yang mencurigakan di lingkungan terkecil dalam bertetangga kepada pihak kepolisian agar bisa segera di tangkap.
Ia menilai, pihak kepolisian mempunyai cara tersendiri dalam mendeteksi keberadaan teroris.

"Tentunya polisi punya cara sendiri untuk menangani hal-hal seperti ini. Tapi kami sebagai masyarakat yang ada di Timika minta agar masyarakat selalu bekerjasama dengan Polisi untuk melaporkan setiap aktivitas mencurigakan di lingkungan dimana kita berada," jelasnya.

Ia menghimbau, kepada pihak kepolisian agar dapat memperketat pengamanan di dua pintu masuk yakni bandara dan pelabuhan. Di dua pintu ini merupakan pintu masuk orang luar ke Timika, sehingga perlu di antisipasi sejak dini.

“Perlu antisipasi dini agar aksi teroris tidak sampai masuk ke Timika,” tambahnya. (Tomy)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment