Diseminasi Ilmu Pengetahuan Bagi Petani di Mimika

Bagikan Bagikan
LIPI Pusat bersama Anggota Komisi VII DPR RI,  Peggi Patricia Pattipi mengelar diseminasi ilmu pengetahuan dan teknologi, pemanfaatan pupuk organic
SAPA (TIMIKA) – Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Pusat bersama Anggota Komisi VII Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia (RI),  Peggi Patricia Pattipi mengelar diseminasi ilmu pengetahuan dan teknologi tentang pemanfaatan pupuk organic bagi para petani di Kabupaten Mimika.

Kepala Inspektorat LIPI Pusat, Hizkia Sirait mengatakan, penggunaan ilmu pengetahuan sangat penting  untuk peningkatan potensi yang ada di Timika. LIPI telah mengembangkan berbagai ilmu pengetahuan termasuk dalam bentuk pengembangan pertanian dan perikanan di Indonesia.

Pengembangan ilmu teknologi ini bagi pertanian ini, diharapkan dapat diterapkan para petani untuk meningkatkan hasil panennya. Salah satu bentuk pengembangan ilmu pengetahuan dengan pembuatan pupuk organic untuk meningkatkan hasil panen yang baik.

“LIPI itu telah mengembangkan banyak ilmu pengetahuan dan teknologi. Kita di Timika ingin mengembangkan ilmu pengetahuan pembuatan pupuk organic bagi para petani di Kabupaten Mimika,” kata Hizkia Sirait kepada wartawan di jalan Poros SP V Selasa (7/5).

Menurutnya, hasil pengembangan ilmu pengetahuan yang ada saat ini ingin di terapkan di daerah termasuk di Timika. Di Timika akan mengembangkan bibit kopi dan bibit jagung. Karena Timika merupakan salah satu daerah  yang permintaan jagung dan kopi cukup tinggi.

Untuk peningkatan hasil panen pertanian, pembuatan pupuk kompos atau pupuk organic harus terus ditingkatkan.  Ia berharap, ada potensi-potensi daerah yang harus di kembangkan dan tentunya harus bekerjasama dengan pemerintah daerah.

“Kita harap hasil diseminasi dapat di terapkan di Kabupaten Mimika dengan menggali potensi yang ada,” ujarnya.

Anggota DPR RI Komisi VII, Peggi Patricia Pattipi mengatakan, DPR RI bekerjasama dengan LIPI agar dapat meningkatkan hasil pertanian di Kabupaten Mimika. Hasil pertanian yang bagus tanpa menggunakan pupuk kimia. Hasil pertanian selama ini, banyak di hasilkan dengan menggunakan pupuk kimia. Hal ini mengakibatkan timbulnya berbagai penyakit bagi tubuh manusia.

Ia meminta, kepada Pemerintah untuk membuat regulasi agar hasil panen pertanian di Kabupaten Mimika bagus. Harus ada regulasi pembatasan hasil pertanian yang berasal dari luar Timika. Regulasi ini nantinya dapat membuat hasil pertanian dari dalam Timika yang dimanfaatkan.

“Pemerintah bersama dengan DPRD harus dapat memuat regulasi pembatasan buah atau sayur import yang berasal dari luar Timika. Sehingga hasil panen para petani Timika dapat di manfaatkan dengan baik,” ujarnya.

Terkait, dampak penggunaan pupuk kimia, kata  Peggi, hasil panen para petani yang menggunakan pupuk kimia yang di konsumsi manusia tidak langsung berdampak, tapi akan setelah beberapa tahun kemudian akan terasa dampaknya.

Pengembangan hasil pertanian di Timika harus dapat membuat para petani mandiri. Terkadang hasil pertanian dari luar Timika mematikan hasil pertanian dari dalam Kabupaten Mimika.

“Kita akan berusaha merubah cara petani dalam menggunakan pupuk. Secara perlahan para petani akan beralih dengan menggunakan pupuk organic, karena penggunaan pupuk tersebut lebih aman bagi tubuh manusia,” tambahnya.

Dalam kegiatan ini di warnai dengan penanaman pohon dan pemberin bibit kopi kepada para petani. Hadir dalam acara tersebut, sejumlah anggota DPRD, anggota Komisi VII DPR RI, Inspektorat LIPI Pusat, dan sejumlah perwakilan petani yang ada di Kabupaten Mimika. (Tomy)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment