Kajari: Tahap Dua Kasus Pengadaan Perahu Dinkes ke Pengadilan Tipikor

Bagikan Bagikan

Kajari Timika, Alex Sumarna, SH., MH.


SAPA (TIMIKA) - Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Timika, Alex Sumarna mengatakan, pihaknya akan melimpahkan berkas tahap dua dari tiga tersangka kasus dugaan korupsi 16 unit perahu milik Dinas Kesehatan (Dinkes) tahun 2016 yang bernilai Rp6,394 miliar ke Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jayapura. Rencananya, berkas baru akan dikirim ke Tipikor Jayapura pada Senin (14/5) mendatang.

"Mengingat semua berkasnya sudah lengkap. Berkasnya sudah dilimpahkan untuk tahap dua dan kita rencanakan hari Senin mendatang akan dikirimkan ke Pengadilan Tipikor Jayapura,” kata Kajari saat ditemui awak media di bandara Mozes Kilangin Timika, Jumat (11/5).

Diakuinya, kerugian Negara yang ditimbulkan dalam kasus ini mencapai Rp2,35 miliar. Namun hingga kini pihaknya pun belum mengetahui berapa nominal yang harus diganti oleh ketiga tersangka, mengingat pihaknya hingga kini juga masih menunggu perhitungan total pasti kerugian Negara dari Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP).

Kajari menambahkan, memang terdapat satu orang lagi yang diduga ikut terlibat dalam kasus ini, namun yang bersangkutan akibat sakit, akhirnya meninggal dunia.

“Sebelumnya juga telah dilakukan pemeriksaan, dan dia ini merupakan orang yang mengurus semua proyek termasuk proyek perahu keliling ini. Untuk hasil audit memang ditemukan kerugian negara sebesar 2 M lebih, dan ketiganya juga berjanji untuk mengembalikan uang tersebut, namun hingga kini realisasinya belum ada,” tuturnya.

Kajari berharap agar dalam minggu ini ketiga tersangka dapat mengembalikan uang yang dimaksud, sehingga dengan begitu maka hukuman dapat berkurang. Akibat perbuatannya, ketiga tersangka dikenakan pasal utama perkara tindak pidana korupsi.

Diketahui sebelumnya, pada anggaran tahun 2016 Dinkes Mimika melakukan pengadaan perahu untuk puskesmas keliling (Pusling) sebanyak 16 unit. Dimana perahu-perahu tersebut diserahkan kepada delapan puskesmas yang berada di wilayah pesisir.

Pengadaan perahu tersebut bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) Dinkes sebesar Rp6 miliar, sementara untuk spesifikasi perahu memiliki panjang 13 meter dan lebar hampir 2 meter dengan kapasitas mesin 40 PK. Selain itu, perahu juga dilengkapi tempat tidur pasien dan peralatan medis yang digunakan untuk penanganan pasien rujukan dan darurat.

Melalui pengadaan 16 unit perahu tersebut, Kejari Timika menemukan adanya indikasi dugaan korupsi yang membuat kualitas perahu sangat rendah. Oleh sebab itu, Kejari langsung melakukan pemeriksaan secara mendalam terkait saksi-saksi pengadaan proyek perahu tersebut dan menetapkan tiga orang menjadi tersangka. (Tomy)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment