Kodim 1710/Mimika Gelar Komsos, Isu Teroris dan Pilkada Jadi Perhatian Serius

Bagikan Bagikan
Kegiatan komunikasi sosial Kodim 1710-Mimika.
SAPA (TIMIKA) - Kodim 1710/Mimika menyelenggarakan kegiatan komunikasi sosial (Komsos) dengan komponen masyarakat di wilayah Kodim 1710/Mimika tahun anggaran (TA) 2018. Kegiatan ini mengangkat tema “Bersama Rakyat Mewujudkan NKRI yang Berdaulat dan Sejahtera”, dan dilaksanakan di Hotel Serayu, Jumat (18/5) sore.

Dengan adanya kegiatan seperti ini, diharapkan dapat mengantisipasi setiap aksi yang mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) di Kabupaten Mimika. Dimana, dalam kegiatan ini mengangkat isu terkait aksi teror yang marak terjadi dan pelaksanaan tahapan Pilkada serentak 2018 di Mimika.

Komandan Komando Distrik Militer (Dandim) 1710/Mimika, Letkol Inf Windarto dalam arahannya mengatakan, Mimika perlu menyikapi kasus-kasus teror bom yang marak terjadi di daerah lain. Dimana, belum lama ini di Mimika sendiri dilakukan penangkapan terhadap oknum terduga teroris, hal itu tentunya perlu diwaspadai bahwa sudah ada jaringan-jaringan teroris di Mimika. Sehingga, dibutuhkan adanya kerjasama dari masyarakat apabila melihat di sekeliling terdapat tanda-tanda radikalisme yang mengarah ke perbuatan terorisme. Hal itu agar dapat segera disampaikan atau di laporkan kepada pihak yang berwenang.

Demikian juga pelaksanaan tahapan Pilkada serental 2018 di Kabupaten Mimika yang kini sedang berjalan. Menurut Dandim, jangan sampai dengan adanya perbedaan pilihan, malah menjadikan perpecahan baik didalam keluarga maupun di masyarakat. Oleh karenanya, hal-hal seperti perlu menjadi perhatian seluruh bagi masyarakat di Kabupaten Mimika.

Lebih lanjut, Dandim mengatakan, jangan sampai gara-gara adanya permainan money politics justru membuat masyarakat salah dalam memilih pemimpin yang tidak tepat. Ia berharap, pelaksanaan pilkada di Mimika bisa berjalan dengan aman dan damai walaupun ada survei yang menyebutkan bahwa Mimika merupakan daerah paling rawan terjadinya konflik dalam penyelenggaran pilkada. Hal itu menurutnya, masyarakat perlu membuktikan bersama-sama bahwa survei yang disampaikan tersebut tidak terbukti di Mimika.

"Jangan terjadi perpecahan diantara umat beragama di Mimika akibat dari adanya aksi teror yang terjadi.”

"Kita akan tindak tegas bagi kelompok-kelompok yang ingin mengacaukan pelaksanan pilkada di Kabupaten Mimika. Kita harap, bukti survei itu kita balikkan bersama menjadi paling aman," harap Dandim.

Pada kesempatan ini, Dandim juga menegaskan, apabila terdapat oknum baik itu anggota TNI maupun Polri yang ikut bermain dalam pilkada Mimika, agar dapat dilaporkan kepada pimpinan masing-masing institusi tersebut.

"Kami minta masyarakat berperan aktif dalam melakukan pengawasan pilkada Mimika, termasuk memantau oknum aparat yang bermain di dalam politik," tegas Dandim dalam kegiatan yang juga dihadiri Kapolres Mimika, AKBP Agung Marlianto.

Sementara itu, Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Mimika, Ignatius Adii, dalam sambutannya mengatakan, FKUB yang didalamnya terdiri dari masing-masing perwakilan lima agama di Indonesia, tentunya sangat menolak keras dan tidak menghendaki terjadinya aksi terorisme di Kabupaten Mimika. Menurutnya, semua agama yang diakui di Indonesia tidak ada satupun yang menginginkan terjadi aksi terorisme.

Sementara itu terkait dengan agenda pilkada Mimika, ia juga mangajak mengajak masyarakat Mimika agar memilih sosok pemimpin yang tepat dan yang benar-benar ingin membangun Mimika dan masyarakat secara sungguh-sungguh.

"Kita harapkan masyarakat pintar memilih pemimpin yang mau bekerja dan membangun Kabupaten Mimika," katanya.

Pada kesempatan sama, FKUB juga menyampaikan pernyatan sikap terhadap aksi-aksi terorisme yang marak terjadi belakangan ini di sejumlah daerah di Indonesia, terutama di Surabaya, Jawa Timur. Antara lain, FKUB menyampaikan rasa belasungkawa terhadap keluarga korban yang meninggal dalam aksi teror di Surabaya dan di Rutan Mako Brimob. Menurut FKUB, aksi atau tindakan tersebut tidak ada kaitanya dengan agama tertentu, tetapi itu murni tindakan kejahatan.

Selanjutnya, FKUB juga mengutuk keras segala bentuk aksi teror seperti yang terjadi di Surabaya dan menyerahkan sepenuhnya kepada Negara dalam hal ini aparat keamanan untuk mengambil tindakan serta mengusut tuntas para pelaku teror lainnya.

FKUB juga menolak jaringan-jaringan maupun tindakan teroris dan radikalisme di Kabupaten Mimika, dan mengaharapkan masyarakat bisa tenang dan melaporkan ke pihak keamanan apabila terdapat hal-hal mencurigakan di lingkungan masing masing. Selanjutnya, sama-sama melakukan pengamanan di tempat-tempat ibadah yang ada di Mimika agar tidak terjadi hal-hal serupa di Mimika.

Kegiatan ini selain dihadiri pimpinan TNI-Polri dan FKUB, juga dihadiri sejumlah tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, tokoh perempuan, perwakilan perguruan tinggi di Mimika serta tamu undangan lainnya. (Tomy)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment