Lurah Timika Jaya SP 2 Bantah Lakukan Pungli

Bagikan Bagikan
Kepala Kelurahan Timika Jaya Abner Flassey 
SAPA (TIMIKA) – Kepala Kelurahan Timika Jaya Abner Flassey membantah adanya pungutan liar (pungli) sebesar Rp 50.000 terhadap warga yang mengurus surat-surat di kantor kelurahan setempat. Ia mengatakan, apa yang dikatakan oleh salah seorang warga SP 2 itu tidak merupakan pungli. Tetapi hal itu merupakan kesepakatan RT dengan warga setempat.

“Pungutan yang ada itu merupakan kesepakatan RT dengan warga setempat sejak tahun 2015. Jadi bukan merupakan pungli karena sudah menjadi kesepatakan bersama,” kata Abner kepada Salam Papua via telepon, Jumat (25/5).

Dalam kesepatakan tersebut, kata Abner, apabila warga ingi membuat surat pengantar dari RT dan Kelurahan maka akan dikenai biaya Rp 10.000. Tidak hanya itu, dalam kesepatakan itu juga, warga yang tidak mau mengurus ke RT maka akan dikenai biaya Rp 50.000.

“Angka ini sudah menjadi kesepakatan bersama. Kita juga memasang kesepakatan tersebut di kelurahan,” ujarnya.

Namun, lanjut Abner, sejak Januari 2018, pihaknya sudah memanggil pengawainya agar angka yang sudah ditentukan itu tidak berlaku lagi. Namun, apabila ada warga yang ingin memberikan dengan sukarela itu tidak bisa disalahkan.

“Sejak Januari 2018 saya sudah panggil pengawai kelurahan, sampaikan kami tidak boleh menentukan angka. Dikasih berapa terserah. Kerelaan itu warga yang memberikannya. Jadi tidak ada lagi angka yang ditentukan,” tambahnya.

Seperti pemberitaan sebelumnya, warga SP 2 Syaiful mengeluhkan adanya pungutan liar (pungli) sebesar Rp 50.000 pada warga  yang melakukan pengurusan surat surat di tingkat kelurahan yang ada di Kabupaten Mimika.

Menurutnya, dalam pengurusan surat-surat, biasanya pihak kelurahan membebankan biaya sebesar 50 ribu sekali mengurus dokumen. Padahal, apabila mengurus surat surat ke dinas bersangkutan di kantor pemerintahan terkait tidak dikenai biaya. (Tomy)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment