Massa Serang Lokasi Pleno Penetapan DPT Dengan Panah

Bagikan Bagikan

SAPA (TIMIKA) – Massa yang berjumlah puluhan orang menyerang lokasi pleno penetapan Daftar Pemilih Tetap (DPT) menggunakan senjata tajam berupa anak panah di salah satu hotel jalan cenderawasih, Sabtu (12/5).

Dari data yang dihimpun Salam Papua, penyerang tersebut dilakukan oleh massa yang menolak adanya penetapan DPT itu. Penyerangan tersebut dilakukan secara tiba-tiba dengan menghancurkan berbagai fasilitas hotel dan sejumlah kendaraan yang ada di parkiran  menggunakan batu.

Selain itu, massa juga menodong panah kepada para peserta guna menghentikan pleno yang akan berlangsung, dimana rencana pleno penetapan DPT akan dilakukan pada pukul 15.00 WIT, kendati hanya beberapa Panitia Pemilu Distrik (PPD) yang baru datang, pleno tersebut pun tak kunjung dimulai.

Akibat tak adanya pengawalan dari pihak keamanan pada pleno tersebut, aksi  massa ini melukai salah seorang peserta.  Terlihat beberapa luka pada wajah korban tersebut.

"Saya kaget, kenapa saya dipukuli. Wajah saya jadi babak belur. Kenapa sampai tidak ada keamanan," ujar salah seorang korban berinisial R kepada Salam Papua usai penyerangan.

Senada dengannya, ketua tim pemenangan pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Papua, Lukas Enembe - Klemen Tinal   (Lukmen) menyayangkan tidak adanya pengamanan pada kegiatan tersebut.

"Kami prihatin tidak adanya keamanan. Kepolisian kemana?  Ini agenda nasional. Seharusnya sebelum kegiatan sudah ada keamanan.  Untung kami sebagian lari sembunyi di kamar mandi. Kalau tidak, banyak yang akan  jadi korban," ujarnya kepada Salam Papua.

Terkait hal tersebut, Ketua KPU Mimika, Theodora Ocepina Magal mengaku telah memberikan surat undangan kepada Polres Mimika untuk turut mengamankan proses pleno yang akan berlangsung.

"Kami juga heran, kenapa tidak ada pihak keamanan. Kami juga sudah duduk bersama dengan Kapolres Mimika, AKBP Agung Marlianto serta Kasat Intel dan bersepakat memilih hotel ini untuk pleno," ujarnya didampingi Komisioner KPU, Alfrets Petupetu dan Louis Rumakewi juga ajudannya.    
Selang beberapa waktu kemudian, Kapolres Mimika, AKBP Agung Marlianto didampingi Dandim Windarto mendatangi lokasi penyerangan tersebut. Usai mengkondusifkan lokasi penyerangan, pihak keamanan pun mendatangi lapangan Timika Indah, guna mencari tersangka penyerangan.

"Siapa yang bertanggung jawab atas aksi tadi?," tanya Kapolres kepada para massa.

Hadir dalam diskusi itu, yakni Matheus Yanengga dan Gerry Okuare.

Jonadi, salah satu masyarakat kepada Kapolres mengatakan, pihaknya akan membuat pernyataan untuk membatalkan Pilkada 2018 untuk Kabupaten Mimika. Pasalnya, pihaknya menyayangkan adanya putusan terhadap salah satu paslon yang dinyatakan  Tidak memenuhi syarat (TMS), dimana sebelumnya sudah memenuhi syarat (MS)

"Tidak boleh ada Pilkada. Jika salah satu pasangan tidak diikutsertakan. Solusi yang baik yaitu seluruh enam calon sama-sama-sama jalan. KPU Provinsi dan KPU RI harus turun ke sini dan duduk bersama kami untuk memperbaiki tahapan Pilkada agar tidak ada masyarakat yang menjadi korban," ujarnya.

Menyangkut, tersangka penyerangan, kata ia, pihaknya tidak mengakomodir aksi tersebut.

"Kami sarankan keputusan SK Penetapan TMS itu ditinjau kembali. Aksi ini berjalan secara spontan. Mereka mau enam pasangan calon harus mengikuti Pilkada. Jadi, kenapa harus ada penetapan sementara ada pasangan yang dirugikan," ujarnya kepada Kapolres.

Menanggapi hal tersebut, Kapolres Mimika, AKBP Agung Marlianto meminta agar masyarakat mengikuti prosedur hukum yang ada.

"Kita hidup di daerah hukum. Jangan sampai ada kejadian di sini yang menghancurkan masyarakat. Saya cinta daerah, saya mau ada kedamaian dan bukan kekacauan. Jika ingin protes,  perkuatlah tim advokasi untuk menggugat itu.  Kalau menggunakan cara yang tidak benar, maka akan dicoret Panwas, karena dengan melakukan aksi begini, sama halnya kita memancing konflik," ujarnya.

Selanjutnya, Kapolres Mimika mengajak sejumlah anggota dewan untuk membuat surat pernyataan di Polres 32. (Salma)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment