Membawa Senjata Tajam di Tempat Umum, Dihukum 10 Tahun Penjara

Bagikan Bagikan
Sosialisasi larangan membawa senjata tajam melalui pemasangan baliho.
SAPA (TIMIKA) – Kepolisian Resort (Polres) Kabupaten Mimika melakukan sosialisasi terkait larangan membawa senjata tajam (Sajam) melalui penyebaran baliho di sejumlah tempat dan menyampaikan secara langsung kepada masyarakat. Hal tersebut bermaksud untuk menekan angka kriminalitas di Kabupaten Mimika.

Berdasarkan Undang-undang darurat  No.12 Tahun 1951 dan Undang-undang darurat Pasal 2 Ayat 1, warga masyarakat Mimika dilarang membawa senjata api, senjata tajam, senjata pemukul, senjata penikam, senjata penusuk berupa: kampak, parang, sangkur, busur atau anak panah, panah-panah wayer, tulang kasuari, pisau dan senjata sejenisnya.

Apabila warga masyarakat Mimika tidak mengindahkan imbauan tersebut, maka pihak kepolisian secara tegas akan mengambil tindakan hukum sesuai dengan Undang-Undang Darurat tersebut dengan ancaman penjara setinggi-tingginya 10 tahun penjara.

“Kami mengimbau agar masyarakat tidak membawa Senjata tajam seperti pisau, parang dan sejenisnya ke tempat -tempat umum, karena kami akan melakukan penegakkan hukum. Supaya masyarakat semuanya tidak melanggar ketentuan yang ada,” ujar Kapolres Mimika, AKBP Agung Marlianto, saat dihubungi Salam Papua via telepon pada Minggu (27/5). (Salma)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment