Mendekati Panen Belum Membangun Pabrik, Pemkab Ancam Tegur PT PAL

Bagikan Bagikan
Kunjungan DPRD bersama Dinas Pertanian dan Pekebunan ke PT PAL.

SAPA (TIMIKA) - Kepala Bidang Perkebunan pada Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) Kabupaten Mimika, Farida Djamaluddin, menegaskan apabila PT Pusaka Agro Lestari (PT PAL) yang terletak di Jalan Trans Nabire, Distrik Iwaka tidak segera membangun pabrik pengolahan kelapa sawit maka, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mimika akan memberikan teguran.

“Pabrik pengolahan kepala sawit milik PT PAL harus segera dibangun. Kalau tidak, dengan terpaksa pemerintah akan memberikan teguran,” kata Farida dalam kunjungannya ke PT PAL, Rabu (30/5).

Menurutnya, teguran akan dilayangkan karena mengingat PT PAL yang bergerak dalam bidang perkebunan kelapa sawit sudah mulai memasuki tahap panen raya. Apabila hasil panen tidak di olah maka, akan mengalami kerugian. Hal ini juga menandakan bahwa pihak perusahaan tidak serius dalam membuka perusahaan di Mimika.

“Saat ini musim panen sudah akan dimulai, sehingga perusahaan perlu membangun pabrik pengolahannya. Bagaimana mungkin perusahaan yang sudah mau panen tidak memiliki pabrik untuk mengolah,” ujarnya.

Lebih lanjut, Farida mengatakan, apabila di tahun 2018 ini pihak perusahaan ingin membangun pabrik, harus ada progres yang disampaikan perusahaan kepada pemkab. Namun, sampai saat ini langkah tersebut dianggap belum ada.

“Pemda harus sudah menerima progres langkah awal yang menandakan akan di bangun pabrik pengolahannya, dan itu pihak Pemda sudah harus menerimanya,” tuturnya.

Menanggapi itu, General Manager (GM) PT PAL, Amiruddin Abu Suid mengatakan, PT PAL direncanakan pada tahun ini akan segera membangun pabrik pengolahan kelapa sawit. Namun, dana yang dibutuhkan untuk membangun pabrik kelapa sawit sangatlah besar.

“Dana untuk membangun pabrik itu sekitar 100 milyar. Perusahaan membutuhkan investor untuk melakukan pembangunann pabrik tersebut. Tapi, direncanakan tahun ini akan dibangun,” katanya.
Untuk lokasi pembangunan pabrik, kata Amiruddin, sudah ada. Hanya saja permasalahan dana yang menajdi kendala. Informasinya sudah ada investor yang masuk untuk membangun pabrik tersebut. “Kita harapkan tahun ini sudah terealisasi semuanya,” ujarnya. (Tomy)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment