MUI Tegaskan, Teroris Haram Tinggal di Papua

Bagikan Bagikan
Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Papua, Ustadz Saiful Islam Al Payage 

SAPA (TIMIKA) - Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Papua, Ustadz Saiful Islam Al Payage menegaskan, teroris haram tinggal di Papua. Hal tersebut lantaran teroris yang mengatasnamakan Islam bukanlah umat yang beragama, sehingga dilarang untuk ikut berbaur dengan seluruh masyarakat.

“MUI Papua secara tegas menyatakan bahwa Teroris haram tinggal di Papua maupun di seluruh wilayah yang ada di Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Saya tidak mau hanya karena paham yang sempit, tidak nasionalis, dan tidak memiliki jiwa toleransi, merusak kerukunan masyarakat. Jadi secara tegas, agar orang dengan paham seperti itu keluar dari Papua,” ujarnya saat ditemui wartawan di gedung serbaguna Masjid Agung Babusalam, Jalan Kihajar Dewantara, Selasa (29/5).

Ia mengimbau kepada seluruh umat muslim agar tidak menerima seseorang yang memiliki paham yang berbeda dengan Islam, seperti paham Radikalisme. Sebagai umat muslim harus mengingat bahwa Islam adalah agama rahmatan lil ‘alamin yang artinya Islam merupakan agama yang membawa rahmat dan kesejahteraan bagi seluruh alam semesta, termasuk hewan, tumbuhan dan jin, apalagi sesama manusia.

Allah tegaskan hal tersebut dalam firman-Nya, “Dan tidaklah engkau (Muhammad) diutus ke muka bumi ini kecuali sebagai rahmat bagi seluruh alam.” (QS. al-Anbiya: 107).

Kepada umat yang sudah masuk dalam jaringan teroris baik di Papua maupun daerah lain, tambah Payage, agar dapat kembali pada ajaran agama Islam yang rahmatan lil alamin. Menurut dia, Islam di Papua dapat terus berkembang dengan melakukan dakwah.

“Kepada para Dai/Dai’ah agar menyampaikan materi dakwah yang bersifat toleransi antar umat beragama, yakni ketaqwaan, keislaman dan saling menghormati. Tanah papua adalah tanah damai. Kenyataan bahwa penduduk yang beragama Islam dan Kristen justru hidup berdampingan dan senantiasa hidup rukun. Inilah yang menjadi pilar kehidupan masyarakat. Inilah yang harus disampaikan di seluruh mimbar-mimbar,” ujar Payage.

Sementara itu, usai adanya penangkapan dua orang warga terduga teroris di Kampung Limau Asri-SP V, Distrik Iwaka, Kabupaten Mimika pada Sabtu (5/5) lalu, Kapolda Papua, Irjen Pol Boy Rafli Amar mengatakan, sampai saat ini pihaknya masih melakukan monitoring terhadap jaringan-jaringan aksi teror.

“Belum ada pelaku lagi yang kami temukan, tapi kita masih terus monitor itu. Sehingga kami minta agar seluruh masyarakat untuk tidak mengkhawatirkan hal tersebut. Meski begitu, masyarakat harus tetap waspada, apalagi dengan pendatang baru,” kata Kapolda. (Salma)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment