Pasca Penembakan, Pihak Keamanan Antisipasi Tempat Favorit KKSB

Bagikan Bagikan
 Kapolda Papua, Irjen Boy Rafli Amar
SAPA (TIMIKA) – Kapolda Papua, Irjen Boy Rafli Amar mengatakan,pasca penembakan yang dilakukan oleh Kelompok Kriminal Sipil Bersenjata (KKSB) di areal Hidden Valet Mile 66 Distrik Tembagapura Kabupaten Mimika, Satuan Tugas (Satgas) dan pihak keamanan melakukan pengejaran dan akan mengantisipasi titk-titik atau lokasi yang rawan dan merupakan tempat favorit kelompok tersebut.

“Kita antisipasi  lebih ke lokasi yang rawan. Terkait KKSB ini akan dibahas hari ini Selasa (1/5) untuk melakukan evaluasi dan langkah-langkah yang akan dilakukan. Kita pelajari titik-titik yang menjadi tempat KKSB,” kata Kapolda Papua kepada wartawan ketika ditemui di Aula pertemuan di Kuala, Kencana Selasa (1/5).

Ia menambahkan, untuk langkah antisipasi titik-titik rawan tersebut, sudah dilakukan rapat internal dari Polda Papua bersama TNI. Dengan adanya titik tersebut, disinyalir masih ada celah atau jalan yang dimanfaatkan KKSB untuk melakukan aksi teror berupa penembakan.

Secara geografis, menurut Kapolda,  ada titik yang menjadi favorit mereka. Kelompok ini diduga berasal dari Timika dan daerah pengunungan. Titik-titik ini dinilai menjadi tempat KKSB dan masuk melalui celah-celah yang ada.

“Mereka itu tidak pasif pada satu tempat. Tapi mencari situasi dan tempat yang akan menjadi tempat mereka melakuan aksinya. Termasuk dalam aksi penembakan terakhir ini. Dan rute perlintasan dari bawah ke banti dan mereka memanfaatkan situasi tersebut,” ujarnya.

Pasca penembakan, Kapolda menjelaskan, pihaknnya sudah mendatangi lokasi kejadian dan melakukan pertemuan. Semua tim sudah disiapkan semuanya. Tinggal melakukan tugas terhadap tim-tim yang ada dan akan dilakukan evaluasi secara kontinyu.

Diakuinya, peningkatan pengamanan di tempat-tempat rawan akan terus dilakukan. Pada aksi penembakan di Tembagapura yang terakhir, jarak tembak  hanya sejauh 400 meter. Mereka ada di hutan, dan tidak turun ke area pemukiman. Kebetulan area pemukiman lingkungan masih di hutan. Dan mereka ganggu dengan melakukan aksi penembakan.

“Nanti ada semacam pembagian tugas yang lebih rinci lagi. Dengan faktor medan yang sulit perlu kesiapan yang khusus dari sisi teknis dan taktis di lapangan. Kita hanya memaksimalkan satuan tugas yang dibentuk dari TNI Polri,” ujarnya.

Ia menambahkan, kekuatan KKSB ini diperkirakan berjumlah 50 orang dan mereka bersenjata. Sampai saat ini KKSB sudah  ada 2 orang yang ditangkap hidup-hidup dan sedang dalam pemeriksaan. Penangkapan KKSB ini murni dari hasil penyelidikan dan mereka ditangkap ketika sedang beraktifitas di dalam kota.

“Mereka yang ditangkap itu merupakan pelaku penembakan dan nantinya waktu persidangan dapat diketahui kepastiannya,” tambah Kapolda. (Tomy)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment