Pemkab Dukung Mimika Jadi Kota Layak Anak

Bagikan Bagikan
Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Provinsi Papua menggelar sosialisasi dan advokasi pembentukan KLA di Kabupaten Mimika.
SAPA (TIMIKA) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mimika, dalam hal ini Plt. Bupati Kabupaten Mimika, Yohanis Bassang menyatakan dukungan terkait terbentuknya Kota Layak Anak (KLA) di Kabupaten Mimika. Semua Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan pemangku kepentingan, secepatnya mendorong untuk mewujudkan Timika menjadi KLA.

“Kita harapkan, semua OPD dan pemangku kepentingan lainnya dapat secepatnya mendorong untuk mengwujudkan kota layak anak,” katanya.

Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Provinsi Papua menggelar sosialisasi dan advokasi pembentukan KLA di Kabupaten Mimika. Kegiatan berlangsung di salah satu hotel yang berada di Jalan Yos Sudarso, Rabu (15/6).

Kepala DP3AKB Provinsi Papua, Anike Rawar mengatakan, Pemerintah Provinsi Papua terus mendorong agar Pemkab Mimika segera membentuk KLA.

Kabupaten Mimika dalam menuju Kabupaten Layak Anak,  anak-anaknya harus dalam kondisi aman, tanpa diskriminasi, tanpa kekerasan, dan terpenuhi hak-haknya.

Untuk mendukung hal tersebut,  Kabupaten Mimika harus memiliki tempat bermain dan taman rekreasi untuk anak.

“Untuk menuju Kota Layak Anak, Mimika harus menyediakan fasilitas tempat bermain dan taman rekreasi untuk anak-anak,” katanya.

Ia menambahkan, berdasarkan data DP3AKB Papua, hampir setiap tahun belakangan ini tingkat kekerasan baik itu fisik, psikis, sosial termasuk kekerasan dalam bentuk penelantaran terhadap anak di Mimika cukup tinggi dibandingkan dengan kabupaten dan kota lain di Papua.

Sementara itu secara khusus di Papua yang ditunjuk untuk uji coba kota layak anak adalah kota Jayapura, Kabupaten Jayapura dan kabupaten Merauke.

"Pemerintah Daerah dan masyarakat Kabupaten Mimika dapat mendukung program ini termasuk dengan pembentukan kota layak anak dengan memenuhi indikator-indikatornya yang dibutuhkan. Tapi paling utamanya  adalah komitmen bersama masyarakat Mimika  menuju kota layak anak," ujarnya. (Tomy)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment