Pemkab Mimika akan Tarik Retribusi Galian C

Bagikan Bagikan
Sekretaris Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) Kabupaten Mimika, Elisabeth Cenawatin, SE
SAPA (TIMIKA) – Sekretaris Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) Kabupaten Mimika, Elisabeth Cenawatin, SE mengatakan, sejak Januari 2018, pengoperasian Galian C di Mimika tidak pernah memberi kontribusi melalui retribusi ke kas Daerah, padahal itu dilakukan di wilayah Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mimika. Untuk itu, pihaknya akan melakukan penarikan retribusi Galian C tersebut.

Elisabeth menjelaskan, meski penanganan Galian C telah dialihkan ke Provinsi Papua, Dispenda akan terus mengejar penarikan retribusi Galian C tersebut. Hal ini dikarenakan, aktivitas Galian C dilakukan di Mimika dan memberikan dampak keuntungan yang besar bagi para pengusaha Galian C.

“Penarikan retribusi Galian C akan disesuaikan dengan besar dan kecilnya kuota pengangkutan atau pengambilan material pasir. Beberapa waktu lalu, saat kami berkoordinasi ke Provinsi, ternyata persoalan galian C itu harus kita libatkan Lemasa, Lemasko dan beberapa lembaga masyarakat lainnya, karena menyangkut hak ulayat. Selain itu juga harus melibatkan para pengusaha pengeruk material pasir itu. Kita harus bersepakat, dengan catatan semua harus sama-sama merasakan dampak keuntungannya atau tidak ada yang dirugikan. 

Dalam hal ini, untuk Pemkab ada pajaknya, untuk lembaga adat terkait izinnya. Sedangkan untuk pengusaha itu, mereka harus bermain jujur, dalam artian besaran pengambilan harus disesuaikan dengan pemasukan ke Pemkab,”  ungkap Elisabeth saat ditemui Salam Papua di Kantor Pusat Pemerintahan (Puspem), Selasa (15/5).

Diakuinya, meski Galian C belum memiliki aturan khusus penarikan retribusi, tapi jika material kali telah diambil, maka harus memberikan retribusi kepada Pemkab Mimika, karena Galian C sangat menguntungkan pihak ketiga atau pengusaha.

“Tahun lalu persoalan Galian C ditangani Dinas Energi Sumber Daya Mineral (ESDM). Dan sejak bulan Januari  belum pernah ada pajak khusus untuk pengusaha Galian C itu. Padahal, aktivitas galian C ini sangat besar keuntungannya. Masa pasir-pasir kita dikeruk tanpa memberikan keuntungan apa-apa ke Pemkab?. 

Jadi sekarang kami sedang berupaya dan terus berkoordinasi ke Provinsi supaya Galian C itu harus memberikan retribusi. Padahal kalau mau dilhat dari realisasi tahun sebelumnya, pendapatan dari Galian C itu bisa mencapai miliaran rupiah. Tapi karena dialihkan ke Provinsi, makanya sudah tidak ada lagi penerimaan buat kita di Mimika,” ungkapnya. (Acik)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment