Penebar Teror dan Ancaman akan Ditindak Tegas

Bagikan Bagikan
Kapolres Mimika, AKBP Agung Marlianto
SAPA (TIMIKA) – Kapolres Mimika, AKBP Agung Marlianto mengimbau masyarakat Mimika untuk tetap menjaga keamanan di Kabupaten Mimika. Suhu Politik yang semakin memanas terkait pelaksanaan tahapan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Mimika merupakan tanggung jawab bersama. Bagi oknum yang menebar teror akan ditindak tegas.

Dia mengungkapkan, kelompok atau oknum tertentu yang memberikan gangguan atau teror yang merugikan masyarakat, maka kepolisian akan bertindak tegas sesuai dengan norma hukum yang ada.

“Kita imbau kepada masyarakat agar bersama-sama menjaga keamanan di Timika agar tetap aman dan kondusif dalam pelaksanaan Pilkada ini,” ungkap Kapolres Mimika kepada wartawan di Polsek Poumako, Selasa (8/5).

Keamanan di Timika, menurut dia, merupakan tanggung jawab bersama. Polri dan TNI tidak bisa bekerja sendiri tanpa bantuan masyarakat. Polri dan TNI hanya bisa menginisiasi dan memberikan semangat kepada masyarakat untuk menciptakan keamanan di lingkungan masing-masing.

“TNI/Polri hanya bisa menginisiasi, dan memberikan semangat kepada mayarakat untuk menciptakan keamanan di lingkungan masing-masing dan ini tanggung jawab bersama,” ujarnya.

Dia pun meminta, kepada oknum yang ingin melakukan teror dan memanfaatkan situasi yang ada saat ini serta menimbulkan perasaan tidak nyaman agar tidak melakukan hal tersebut. Pihaknya akan mencegah adanya pihak-pihak yang hendak melakukan tindakan anarkis.

Dia menegaskan, apabila hal itu tetap dilakukan, maka petugas akan bertindak tegas sesuai dengan norma hukum yang berlaku.

“Bagi oknum yang  melakukan teror dan ancaman kepada pihak lainnya dan melakukan hal yang anarkis itu yang perlu kita cegah,” katanya.

Dia mengaku, situasi di Kabupaten Mimika sampai saat ini relatif aman dan kondusif. Jika ada survei yang menyatakan bahwa Timika adalah daerah rawan konflik, menurut dia, harus dilihat langsung ke lapangan. Potensi rawan itu selalu ada, namun hal itu tidak hanya terjadi di Kabupaten Mimika, tapi di daerah lain juga seperti itu.

“Potensi konflik itu selalu ada. Dan itu tidak hanya terjadi di Timika saja, di daerah lain juga sama. Untuk mencegah konflik ini kita selalu imbau kepada masyarakat untuk ikut serta menjaga keamanan lingkungan,” ujarnya.

Dia menambahkan, objek vital yang perlu dijaga dan diberi perhatian khusus adalah kawasan PT Freeport Indonesia. Karena memang Kepolisian juga diberikan amanah untuk menjaga objek-objek vital seperti itu, harus bisa memberikan rasa aman.

“Kepolisian itu tidak membela PT Freeport tapi amanah dan aturan menyatakan bahwa objek vital itu harus dijaga, dan itu tugas dari kepolisian,” tambahnya. (Tomy)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment