Perdagangkan Rastra Melanggar Aturan

Bagikan Bagikan
Kepala Dinsos Mimika, Petrus Yumte
SAPA (TIMIKA) – Kepala Dinas Sosial (Kadinsos) Kabupaten Mimika, Petrus Yumte mengaku  kecewa terkait dengan adanya temuan puluhan kilo gram beras sejahtera (Rastra)  yang diperdagangkan di Pasar Gorong-Gorong. Menurut Petrus hal tersebut melanggar aturan Negara.

Dijelaskan, berdasarkan tujuannya, rastra merupakan bantuan sosial (Bansos) dari Kementerian Sosial (Kemsos)  dan diberikan kepada masyarakat kurang mampu. Dengan demikian, penyaluran rastra tersebut dilakukan melalui Bulog dan Dinsos serta Kelurahan dan Kampung. Khusus di Mimika penyaluran rastra dilakukan dalam tiga tahap. Dimana, tahap pertama telah dibagikan dengan jumlah 10 kg per Kepala Keluarga (KK) di setiap Distrik.

“Kami juga dapat informasi dari Kepolisian bahwa ternyata ada sebanyak 58 kg rastra yang dijual di Pasar Gorong-Gorong. Itu bukan jumlah yang sedikit dan semuanya sudah ditahan oleh aparat kepolisian. Kami sangat tidak berharap dengan kejadian ini. Kemungkinan besar hal itu dilakukan oleh aparat di masing-masing kampung, karena kalau masyarakat sendiri yang jual itu tidak mungkin, karena masyarakat hanya dapat 10 kg saja per KK,” ungkap Petrus saat ditemui di Graha Eme Neme Yauware (ENY), Kamis (24/5).

Ia mengharapkan agar semua aparat distrik, pegawai Dinsos dan Bulog tidak melakukan praktek yang melanggar ketentuan yang diberlakukan dari pemeintah pusat, dalam hal ini Kemensos. Sebab, rastra harus sampai ke tangan semua masyarakat yang membutuhkan tanpa harus dibayar meski sebesar seribu rupiah.

 “Informasi yang kita terima bahwa beras yang ditemukan oleh aparat kepolisian itu dari Distrik Kwamki Lama. Tapi kami  percayakan sepenuhnya kepada aparat kepolisian mengusut siapa pelakunya, karena barang buktinya sudah ada di tangan kepolisian,” tuturnya. (Acik)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment