Perekaman KTP-e di Kelurahan dan Sekolah Capai 75 Persen

Bagikan Bagikan
Perekaman di Kelurahan
SAPA (TIMIKA) – Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Mimika, Jhon Wicklif Tegai mengakui, perekaman Kartu Tanda Penduduk Elektrik (KTP-e) khusus warga di Kelurahan dan KTP Pemula bagi pelajar tingkat SMA/SMK di wilayah kota Timika, mencapai 3000 lebih atau 75 persen.

Jhon mengatakan, karena keterbatasan anggaran, maka pelayanan secara Mobile ke setiap Kelurahan hanya bisa dilaksanakan dalam wilayah kota saja. Sementara dari sekitar 40 SMA/SMK, hanya 37 sekolah yang bisa dilayani. Empat sekolah lainnya belum ada perekaman, karena belum mengantongi rekomendasi atau konfirmasi dari masing-masing sekolah. Empat sekolah yang belum dikunjungi yaitu, SMKN 1, SMAN 2, SMAN 5, dan SMK Pertambangan Hermon.

“Dari capaian 3000 lebih itu termasuk yang merupakan pemilih pemulah atau anak-anak SMA/SMK. Untuk kelurahan itu hanya sebatas dalam wilayah kota. Memang, kalau ada anggaran, kami akan ke Distrik Agimuga, Mimika Timur Jauh dan Mimika Barat. Empat sekolah yang disebutkan di atas belum bisa kami datangi, karena memang tidak ada konfirmasi surat yang telah kami usulkan. Kami juga tidak mengetahui alasannya apa? Yang pasti selain empat sekolah itu, semuanya sudah dilaksanakan. Memang dari setiap sekolah ada juga Siswa yang tidak sempat ikut merekam, tapi nanti akan direkomendasikan untuk nebeng di sekolah lain, atau dilayani di Kantor Discapil,” katanya saat ditemui di Kantor Discapil, Jumat (17/5).

Ia mengatakan bahwa pelayanan mobile ke Kelurahan dan Sekolah merupakan Program yang disebut Gerakan Indonesia Satu Administrasi Kependudukan (GISA). Sebab, berdasarkan target dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) melalui Dirjen Dukcapil bahwa di tahun 2018 ini warga Indonesia harus 100 persen KTP-e. sehingga, pada pelaksanaan pemilihan milihan umum (Pemilu) tahun 2019, pemilihan wajib menggunakan KTP-e atau bebas surat keterangan (Suket).

 “Memang dana kami tidak ada, tetapi karena sebagai ASN kami harus menjalankan itu semua. Jadi setiap bulan hanya terdistribusi selama 10 hari pelayanan. Memang kami harapkan selama 30 hari, tapi karena dana tidak ada, makanya kami lakukan selama 10 hari,” katanya.(Acik)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment