Petraled Serap Aspirasi Masyarakat Untuk Pilkada 2018

Bagikan Bagikan
Cabup Petrus Yanwarin saat mendengar aspirasi dari masyarakat.
SAPA (TIMIKA) –Pasangan calon (Paslon) Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Mimika periode 2018-2023, Petrus Yenwarin – Alpius Edowai (Petraled) mengaku, lebih memilih menyerap aspirasi masyarakat Kabupaten Mimika dan tidak memberi janji semata. Pasalnya, hal tersebut merupakan salah satu upaya untuk memperbaiki pembagunan daerah.

“Kami lebih memilih menyerap aspirasi dibanding menjual produk kami. Meski begitu, kami memang sudah punya visi-misi tapi kami mau sesuaikan apa saja yang dibutuhkan masyarakat ini. Mendengar sejumlah aspirasi lebih baik dibandingkan memberi sejumlah janji yang belum tentu ditepati,” ujar Calon Bupati, Petrus Yenwarin kepada Salam Papua, sebelum  melakukan Kampanye Tatap Muka dan Blusukan ke Kelurahan Timika Indah, Kelurahan Perintis dan Kelurahan Otomona di Distrik Mimika Baru, Rabu (2/5)

Ia mengatakan, dengan menampung sejumlah aspirasi, pihaknya akan menyesuaikan dengan program-program yang dimiliki pasangan dengan nomor urut 1 tersebut.

“Kami lebih suka mendengar, apabila ada pertanyaan maka kami menjawabnya. Dan kami akan perbaiki semua tatanan baik itu, keamanan, pendidikan, kesehatan, ekonomi maupun pembangunan sarana dan prasarana infratruktur daerah,” ujarnya.

Untuk memperbaiki tatanan tersebut, misalnya persoalan keamanan, kata Petrus pihaknya akan mengajak seluruh komponen yang terkait yakni pihak keamanan, tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat untuk mencari solusi terbaik.

“Kami akan bekerjasama dan melibatkan semua unsur dalam satu wadah guna menjadikan Mimika sebagai sebuah rumah yang nyaman dan diidamkan oleh masyarakat Kabupaten Mimika,” ujarnya.

Menurutnya, guna menjadikan Mimika sebagai rumah yang nyaman dan damai, diperlukan hukum positif bagi para pembuat maupun penyelenggra kebijakan yang melakukan pelanggaran.

“Kita tidak bisa semena-mena memadamkan semuanya dengan duit. Kita cari akar persoalannya dengan hukum positif ditegakkan. Selama ini kita terlalu manja pada pelaku kebijakan. Apabila mereka melanggar kebijakan itu, yah harus di hukum dengan membuang/memenjarakannya diluar dari daerah ini, karena sudah merusak tatanan rumah kita bersama,” kata Petrus.

Lanjut ia, pihaknya juga ingin menjangkau masyarakat pesisir dan juga pedalaman. Dimana, pihaknya  juga akan menempatkan dinas-dinas yang dibutuhkan, sehingga proses pendampingan kepada masyarakat pesisir dapat dilakukan secara rutin dan efektif.

“Selama ini kita lihat perputaran ekonomi kurang menyentuh di daerah ini, sehingga kita akan mulai dari tingkat distrik. Setiap distrik akan diperkuat dengan perwakilan Dinas yang ada. Sehingga pelayanan akan menyentuh ke setiap masyarakat, maka pendampingan rutin dapat dilakukan karena perwakilan Dinas sudah dapat menjangkau daerah itu,” ujarnya. (Salma)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment