Pilkada, Media Harus Netral

Bagikan Bagikan
Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Papua, Kombes Pol Ahmad Mustofa Kamal.
*Ikut Berpolitik, Jurnalis Diminta Cuti

SAPA (TIMIKA) – Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Papua, Kombes Pol Ahmad Mustofa Kamal menegaskan, untuk menciptakan Pilkada Serentak 2018 yang aman dan damai, media harus tetap pada peranannya, yakni bersifat netral. Hal tersebut lantaran media merupakan elemen kelima dalam menciptakan pilkada damai.

“Ada enam elem Pilkada damai. Pertama, KPU dan Bawaslu independen. Kedua, TNI-Polri netral. Ketiga, ASN tidak menggunakan fasilitas negara dan tidak adanya intervensi. Keempat, pasangan calon (Paslon) gubernur, wakil gubernur dan bupati serta wakil bupati tidak mengerahkan massa dalam menyelesaikan masalah. Kelima, media seimbang dalam pemberitaan. Keenam, seluruh komponen masyarakat mendukung pilkada demokratis dan bermartabat,” ujarnya saat ditemui wartawan usai safari ramadan Kapolda dan pejabat utama Polda Papua, Selasa (29/5), di gedung serbaguna Masjid Agung Babussalam, Jalan Ki Hajar Dewantara.

Ia mengatakan, setiap pemberitaan yang dimuat oleh sebuah media, harus seimbang. Dimana, tidak ada perbedaan pemberitaan paslon, baik berupa kampanye maupun program yang dimiliki paslon.

“Jangan sampai ada perbedaan. Jurnalis dan medianya harus menyamakan sekian persen berita-berita paslon. Jangan paslon A persennya lebih tinggi, sedangkan paslon B, C dan lainnya rendah, bahkan tidak ada sama sekali. Hal itu akan menimbulkan gesekan-gesekan,” katanya.

Untuk itu, apabila terdapat jurnalis yang ikut berpolitik dengan menjadi tim sukses paslon maupun ingin mencalonkan diri, kata Mustofa, jurnalis tersebut wajib cuti selama pilkada atau mengundurkan diri.

“Sebagai seorang jurnalis, kami harap bisa netral, karena itu bisa memberikan pengaruh yang cukup besar. Pihak-pihak harus memahami tentang posisinya sebagai jurnalis yang profesional. Kalau memang dia berpihak sebagai tim sukses atau juga menjadi calon, kita sarankan untuk cuti atau mengundurkan diri sesuai dengan aturan,” terangnya.

Ahmad Mustofa Kamal pun berharap agar jurnalis yang merupakan mitra dari kepolisian dapat memberikan pembelajaran demokrasi yang baik kepada publik.

“Karena informasi yang diterima masyarakat itu adalah benar adanya, dan tidak menyesatkan,” ujarnya. (Salma)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment