PUK SPSI dan PK KSBSI PTFI Peringati Hari Buruh Sedunia

Bagikan Bagikan
PUK SPKEP SPSI PT Freeport Indonesia (PTFI) dan PK FPE KSBSI PTFI memperingati Hari Buruh Sedunia atau May Day 2018 di Gedung Multi Purpose, Kuala Kencana, Selasa (1/5).
SAPA (TIMIKA) - Pimpinan Unit Kerja Serikat Pekerja Kimia, Energi Dan Pertambangan Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (PUK SPKEP SPSI) PT Freeport Indonesia (PTFI) dan Pengurus Komisariat Federasi Pertambangan Energi Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (PK FPE KSBSI) PTFI memperingati Hari Buruh Sedunia atau May Day 2018 di Gedung Multi Purpose, Kuala Kencana, Selasa (1/5).

Kegiatan yang mengusung tema “Mewujudkan Kehidupan yang Adil bagi Pekerja/Buruh Indonesia“ berlangsung meriah dengan sejumlah aksi tarian yakni, Yospan yang merupakan tari adat Papua dan tarian Zumba dari kolombia serta penampilan dari penyanyi Papua, Edo serta kehadiran Kapolda Papua, Irjen Polisi Boy Rafli, Komandan Korem (Danrem) 174/ATW, Brigjen TNI Asep Setia Gunawan Kapolres Mimika AKBP Agung Marlianto, Dandim Letkol inf Windarto, Danlanud Mimika Letkol Pnb Meito Datau dan undangan lainnya.

Ketua PUK SP KEP SPSI PTFI, Lukas Saleo dalam sambutan mengatakan, momen Hari Buruh Internasional merupakan sebuah tonggak awal para buruh sedunia bangkit dari kondisi yang terburuk dan bangkit untuk menyatakan diri sebagai manusia yang patut dihargai serta diberikan sesuatu yang pantas bagi kaum pekerja.

“Ini adalah tonggak awal untuk kita para buruh. Kepada Manajemen PTFI maupun privatisasi kontraktor yang ada saat ini agar dalam pelaksanaan sistem kerja adalah outsourcing,” ujar Lukas.

Berdasarkan UU Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) maka PUK SPKEP SPSI PTFI dengan tetap melaksanakan pasal 59,pasal 64 sampai dengan pasal 66 UU nomor 13 tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan dan pasal 15 dan pasal 17 Kemenaker  nomor 19 tahun 2012 tentang syarat-syarat penyerahan sebagian pelaksanaan pekerjaan kepada perusahaan lainnya.

“Kami sampaikan hari ini untuk menjadi catatan dan perhatian kita semua. Untuk itu PUK SPKEP SPSI PTFI meminta kepada PTFI agar mempertimbangkan pelaksanaan sistem outsourcing yang sifat kerjanya tetap,” katanya.

Ia pun mengimbau kepada seluruh pekerja agar dapat meningkatkan produktifitas demi keberlangsungan perusahaan.

“Sebagai ketua, saya mengucapkan terimakasih kepada PTFI atas dukungannya,  sehingga ke depan kita bisa lebih berkomitmen kemitraan agar bisa tercapai hubungan kerja yang harmonis dan berdampak pada peningkatan produktivitas dan kesejahteraan pekerja,” kata Lukas.

Senada dengannya, Ketua PK KSBSI PTFI, Albert Janampa mengatakan,dengan merayakan Hari Buruh Internasional, maka  aset-aset perusahaan yang ada juga harus dijaga dengan baik sehingga bisa dinikmati oleh semua orang agar kesejahteraan bisa meningkat.

“Mari kita dukung perusahaan ini agar kedepannya supaya kesejahteraan bisa kita nikmati bersama-sama, kegiatan yang ada dalam perusahan maupun di luar perusahaan, harus mengikuti prosedur dalam arah yang benar,” ujarnya.

Sementara itu, Executive Vice President Human Resources PTFI, Achmad Didi Ardianto, mengatakan, peringatan Hari Buruh Internasinal harus dimaknai dengan baik, dimana adanya persoalan yang ada saat ini, para karyawan PTFI bersama pihak Manajemen PTFI saling mendukung.

Didi mengatakan, untuk mewujudkan kesejahteran bersama, harus menggunakan hati, pikiran dan keberanian.

“Selamat Hari Buruh Internasional. Kita tentu tahu bahwa mensejahterakan karyawan itu adalah suatu tujuan yang hanya bisa diwujudkan apabila penyebabnya bisa kita wujudkan, jadi tanpa penyebab itu terjadi maka kesejahteraan karyawan hanyalah mimpi atau dipaksakan. Penyebabnya itu sederhana, yang pertama adalah safety dan produktifitas,“ ujarnya.

Didi menegaskan, tanpa adanya safety dan produktifitas yang tercapai dalam suatu perusahaan khususnya di PTFI, maka kesejahteraan karyawan hanyalah sebuah mimpi.

“Semakin tinggi produktifitas setiap individu dalam suatu perusahaan tentu hasilnya semakin besar, sehingga kamampuan perusahaan mensejahterakan karyawan pasti ada. Tapi kalau tingkat safety tidak ada maka hasilnya jelek dan reputasi perusahaan jelek,”  ujar Didi.

Selain itu, hubungan antara Manajemen dengan karyawan merupakan salah satu pengaruh untuk menwujudkan kesejahteraan.

“Kalau kita bicara mengenai hubungan antara manajemen dan karyawan maka kita tentu harus paham artinya itu,” katanya.

Sementara itu, Kapolda Papua Irjen Pol Boy Rafli Amar mengatakan, melalui peringatan Hari Buruh Internasional, May Day 2018 tersebut, perkembangan aktivitas para serikat pekerja bisa megarah pada hal-hal yang positif guna terciptanya kesejahteraan besama.

“Jadi diisi dengan membangun suasana keakraban. Kami dari kepolisian sangat senang apabila buruh Indonesia semakin lama semakin maju, semakin sejahtera. Karena mensejahterakan seluruh rakyat Indonesia adalah salah satu tugas negara.  Saya berharap seluruh buruh Indonesia dimanapun berada, tak terkecuali yang ada di Papua ini memiliki tingkat kesejahteraan semakin baik dari waktu ke waktu,” kata Kapolda.

Kapolda mengatakan, pihaknya harus mendapat pemberitahuan dari setiap permasalahan yang ada, sehingga bisa mendapat solusi yang baik.

“Rekan-rekan buruh diharapkan dapat memaksimalkan peran masing-masing di dalam perusahaan yang berorientasi pada peningkatan produktifitas. Untuk suasana kerja di PTFI dari segi aspek kesejahteraan lebih unggul dibandingkan dengan pekerja di daerah lainnya,” ujarnya. (Salma)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment