Selain Drainase dan Jalan, Warga Mawokauw Jaya Keluhkan Rastra dan Air Bersih

Bagikan Bagikan
Reses Anggota DPRD Mimika.
SAPA (TIMIKA) - Warga di Kampung Mawokauw Jaya, Kelurahan Nawaripi, Distrik Wania selain mengeluhan kondisi drainase dan jalan yang buruk, juga mengeluhkan pembagian beras sejahtera (rastra) dan pengadaan air bersih. Warga menilai, dengan adanya keluhan seperti itu pemerintah terkesan menutup mata dalam melihat permasalahan yang terjadi di masyarakat.

Keluhan ini disampaikan warga dalam kegiatan reses anggota Komisi C DPRD Mimika, Aser Gobai dan Yohanis Wantik, Kamis (24/5). Dimana dalam kegiatan reses itu semua aspirasi baik permasalahan dan keluhan yang ada di masyarakat disampaikan secara langsung kepada wakil rakyat. Selanjutnya, akan disampaikan kepada pemerintah untuk ditindaklanjuti dengan menyelesaikan permasalahan yang ada di masyarakat.

Seperti kegiatan reses sebelumnya oleh beberapa anggota dewan lainnya, kondisi infrastruktur seperti drainase dan jalan juga menjadi keluhan masyarakat di beberapa kampung.

Dalam reses kali ini, warga Kampung Mawokauw Jaya, Septi, mengeluhkan masalah pembagian rastra bagi warga di Kampung Mawokauw Jaya, dimana dalam tiga bulan mereka hanya sekali mendapat jatah rastra. Bahkan dalam tiga bulan itu rastra yang diberikan hanya 18 kg per kepala keluarga (KK), dan itu menurutnya mereka masih membebani warga.

"Kami minta kepada DPRD agar dapat memperhatikan masalah pembagian raskin yang diperuntukkan untuk warga miskin ini," kata Septi.

Selain itu, juga mengeluhkan kondisi drainase yang sangat buruk. Drainase yang sudah ada tidak berfungsi, dan dapat dipastikan bila musim penghujan tiba maka wilayah sekitaran Kampung Mawokauw Jaya akan tergenang banjir.

Juga terkait pangkalan minyak tanah turut menjadi perhatian warga Kampung Mawokauw Jaya. Selama ini hanya terdapat satu pangkalan minyak tanah, sehingga warga harus mengantri panjang untuk memperoleh minyak tanah. Diharapkan pangkalan minyak tanah di wilayah itu bisa lebih dari satu.

"Kami meminta untuk dibuat pangkalan minyak tanah ditambah satu lagi, untuk mengurangi antrian minyak tanah," ujarnya.

Sedangkan Sekretaris Kampung Mawokauw Jaya, Dano Ridwan juga menyampaikan kondisi jalan di Kampung Mawokauw Jaya agar dapat di tailing. Saat ini jalan yang ada hanya berupa jalan timbunan yang ditimbun sepanjang 300 meter, dan masih direncanakan lagi ditimbun hingga 500 meter. Dengan kekurangan itu, pemerintah melalui DPRD diminta dapat membantu warga setempat untuk melanjutkan penimbunan jalan hingga 500 meter.

"Dari rencana awal penimbunan jalan sepanjang 500 meter, tapi nyatanya hanya 300 meter. Kami minta agar pihak pemerintah maupun DPRD dapat melanjukan kekurangan yang ada," kata Dano.

Selama ini, anggaran untuk penggalian saluran air menggunakan alat berat, menggunakan anggaran yang berasal dari dana desa (DD). Namun, anggaran dana desa dianggap tidak mencukupi sehingga warga meminta kepada DPRD agara dapat mendorong dinas terkait membantu melakukan penggalian saluran air.

Menanggapi keluhan-keluhan warga, Aser Gobai meminta kepada warga agara dapat membuat sebuah catatan dalam bentuk dokumen terkait keluhan kondisi infrastruktur di wilayah Kelurahan Nawaripi, terutama Kampung Mawokauw Jaya. Nantinya, dokumen itu akan menjadi dasar bagi DPRD untuk selanjutnya mendorong pemerintah menindaklanjuti permasalahan yang ada.

"Warga buat dokumen terkait permasalahan infrastruktur dan sampaikan kepada kepala kampung, agar kepala kampung yang nanti menyerahkan kepada DPRD dan pemerintah," kata Aser.

Terkait rastra, Aser mengatakan, mekanisme pembagian rastra akan dirubah. Pemerintah saat ini sedang merubah sistem pembagiannya, dimana ada sistem yang nantinya rastra akan langsung diantar ke rumah warga.

Selanjutnya untuk masalah air bersih yang juga sempat disampaikan warga, kata Aser, itu merupakan masalah bagi seluruh masyarakat di Mimika. DPRD sendiri sementara masih menunggu pemerintah melakukan uji coba running air bersih. Dinas PU untuk uji coba running air bersih, ternyata ditunda lagi.

Hal itu menurutnya suatu pembohongan publik sehingga Kepala Dinas PU diminta bertanggungjawab terkait ditundanya uji coba running air bersih.

Terkait hal-hal yang sudah disampaikan dalam kegiatan reses, semuanya itu akan diupayakan DPRD sehingga pembangunan betul-betul dapat dirasakan oleh masyarakat Mimika. (Tomy)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment