Siswa SD Inpres Utikini Buang Air Kecil di Hutan

Bagikan Bagikan
SD Inpres Utikini
SAPA (TIMIKA) – Sejumlah guru SD Inpres Utikini-SP 12, Distrik Kuala Kencana mengeluhkan fasilitas sekolah yang tidak memadai. Diantaranya WC untuk para siswa juga tidak ada. Hal ini membuat para siswa harus pergi ke hutan apabila ingin buang air besar dan air kecil.

“Disini tidak ada WC siswa. Murid buang air besar dan kecil pergi ke hutan,” kata Salah seorang guru SD Inpres Utikini SP 12, Mathius Pani kepada wakil ketua II DPRD ketika berkunjung ke sekolah SD Inpres Utikini Jumat (25/5).

Tidak hanya itu, kata Mathius, kekurangan guru dan buku buku pelajaran menjadi salah satu masalah yang belum terpecahkan di sekolah tersebut. Saat ini, dari jumlah siswa sebanyak 300 orang dengan ruang kelas sebanyak 8 kelas.

“Kami disini masih kekurangan guru. Guru yang ada saat ini berjumlah 14 orang termasuk 4 orang guru honor,” katanya.

Selain itu, buku-buku pelajaran baik itu untuk para siswa maupun guru sangat minim sekali. Selama ini, Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Mimika melalui Dinas Pendidikan kurang memperhatikan hal tersebut.

“Buku-buku pelajaran di sini sangat kurang. Belum ada bantuan dari pemerintah untuk menjawab masalah tersebut,” ujarnya.

Ia juga sangat menyayangkan, adanya Dana Desa (DD) tidak pernah digunakan untuk membantu pembangunan sekolah. Selama ini pihak sekolah tidak mengetahui adanya dana desa dan dapat membantu pembangunan sekolah.

“Kita baru tahu juga kalau dana desa itu ada. Baru tahun ini akan diajukan dana desa untuk bantu sekolah,” tambahnya.

Dalam pengajuan penggunaan dana desa, pihak sekolah, kata Mathius, meminta agar dibuatkan wc untuk para siswa dan pagar sekolah. Sedangkan untuk fasilitas lain seperti papan tulis dan computer akan disampaikan kepada dinas terkait.

“Di sekolah ini tidak ada orang administrasi, sehingga fasilitas komputer dapat digunakan para guru untuk menyusun laporan dan keperluan lainnya,” ujarnya.

Wakil ketua II DPRD Kabupaten Mimika Nataniel Murib SH dalam kunjungan menyampaikan, apa yang disampaikan para guru akan didorong pada pembahasan anggaran tahun depan. Program meningkatkan fasilitas sekolah merupakan kebutuhan yang mendasar.

“Banyak kekurangan sudah  kita lihat langsung. Sehinga harus ada perbaikan . Dan nanti akan  didorong di tahun 2019. Kami meminta kepada pihak sekolah menyampaikan masalah yang dialami ke dinas terkait dan DPRD  juga akan mendorong masalah tersebut,” katanya. (Tomy)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment