Terdesak Kebutuhan dan Dampak Pilkada, Pengurus KTP Melonjak

Bagikan Bagikan
Antian pengurus Dokumen Kependudukan di Discapil
SAPA (TIMIKA) -  Selama sepekan terakhir, jumlah warga yang berkunjung ke kantor Dinas Pencatatan Sipil (Discapil) melonjak. Kedatangan warga untuk mengurus Kartu Tanda Penduduk Elektrik (KTP-e) yang akan dipakai untuk pencairan dana bantuan social, melengkapi berkas pencari kerja, dan yang paling utama adalah untuk bisa menjadi calon pemilih pada pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada), periode 2018-2023 yang akan berlangsung bulan Juni mendatang.

Kadiscapil Kabupaten Mimika, Jhon Wicklif Tegai mengatakan, diluar dari jumlah Data Pemilih Tetap (DPT) dengan angka minimal sebanyak 120 ribu serta satu persen tambahan, maka akan memberikan peluang bagi warga pengurus dokumen kependudukan. Meskipun mereka tidak terdaftar dalam DPT Pilkada tahun ini.

“Selama sepekan ini warga yang datang semakin melonjak, karena ada kesadaran untuk memiliki dokumen kependudukan semakin tinggi. Selain itu, dikarenakan terdesak dengan adanya pencairan bantuan berupa program keluarga harapan (PKH) dari Kemensos  serta dampak Pilkada, sehingga mendesak semua masyarakat sebagai akses ke Tempat Pemungutan Suara (TPS),” ungkap Jhon saat ditemui di Kantor Discapil, Selasa (15/5).

Diakuinya, jika sebelumnya jumlah warga yang mengurus dokumen hanya berkisar pada angka 100 lebih, tetapi sekarang melonjak hingga 300an lebih. Hal ini, akan mendukung percepatan jangkauan kepemilikan KTP-e bagi masyarakat Mimika. sebab, dari pusat telah didesak agar hingga akhir 2018 capain perekaman dan pencetakan KTP-e di wilayah Papua harus mencapai 100 persen.

“Persoalan blangko itu selalu ada. Lagi pula kalau tidak ada blangko, warga bisa menggunakan Surat keterangan (Suket), karena Suket itu dilengkapi dengan NIK. Kalau kesadaran masyarakat ada maka sangat mendukung program nasional bahwa akhir 2018 itu 100 persen sudah memiliki KTP-e,” ungkapnya.

Untuk mengejar target pencapaian 100 persen tersebut, Discapil terus melakukan perekaman mobile yang dilaksanakan di setiap Distrik dan kampung dengan waktu yang padat dari Pagi hari hingga sore hari.

“Dalam beberapa hari ke depan kami akan lakukan sosialisasi sekaligus menentukan titik mana yang akan dilaksanakan pelayanan mobile. Intinya kami akan laksanakan sistim jemput bola . Kalaupun selama ini jemput bola sudah kami lakukan di setiap hari Sabtu dan Minggu, tetapi akan lebih digencarkan lagi,” ujarnya. (Acik)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment