Teror Penembakan KKSB Ganggu Produktivitas PT Freeport Indonesia

Bagikan Bagikan
Executive Vice President  (EVP) Human Resources PTFI,
Achmad Didi Ardianto

SAPA (TIMIKA) - Executive Vice President  (EVP) Human Resources PTFI, Achmad Didi Ardianto mengakui, produktivitas PT Freeport Indonesia terganggu oleh adanya teror penembakan yang dilakukan Kelompok Kriminal Separatis Bersenjata (KKSB) yang sudah berlangsung sejak Agustus 2017 lalu.

“Jelas, teror yang dilakukan Kelompok itu (KKSB-Red) sangat mengganggu produktivitas perusahaan.  Dari segi gangguan keamanan, kami menghentikan sementara semua aktivitas hingga bisa memastikan kondisi kembali aman. Dan itu sudah sesuai dengan prosedur perusahaan,” ujarnya saat ditemui wartawan, Selasa (1/5) lalu.

Ia mengatakan, untuk menjaga keamanan, para karyawan tidak mengekspos diri masing-masing pada wilayah yang dianggap beresiko. Sehingga bahaya tersebut dapat dihilangkan.

“Kita harus melihatnya dari dua sisi, yakni solusi untuk menghilangkan sebuah resiko dan bagaimana mencegah agar para karyawan tidak mengalami resiko,” katanya.

Untuk mengatasi hal tersebut, kata Didi, pihaknya selalu berkoordinasi dengan pihak keamanan untuk memastikan bahaya tersebut semakin berkurang sehingga para karyawan bekerja semaksimal mungkin untuk meningkatkan produktivitas perusahaan.

“Perusahaan berharap dan percaya bahwa TNI-Polri yang merupakan kewenangannya dapat meminimalisir bahkan menghilangkan bahaya yang mengacam produktifitas perusahaan,” katanya.

Selain itu, guna menjaga dan meningkatkat produktivitas perusahaan, pihaknya bersama TNI-Polri berusaha untuk terus menjaga dan memperkuat keamanan bagi para karyawan. Pasalnya, kata Didi, perusahaan dan karyawan harus memiliki hubungan yang baik dengan saling menjaga satu sama lain.

“Tanpa adanya safety, produktivitas yang tercapai dalam suatu perusahaan khususnya di PTFI, maka kesejahteraan karyawan hanyalah sebuah mimpi. Perusahaan selalu berupaya memproteksi karyawan agar tidak menjadi korban teror penembakan.Misalnya dengan memasang bahan tahan peluru di kendaraan, melakulan pengaturan cara kerja serta mengeluarkan interoffice memorandum untuk mengingatkan pekreja atas ancaman bahaya,” ujarnya. (Salma)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment