Teroris Masuk Timika, Warga Diingatkan Selalu Waspada

Bagikan Bagikan
Ilustrasi, waspada terorisme

SAPA (TIMIKA) -  Plt Bupati Mimika, Yohanes Bassang  menegaskan, ditangkap dua terduga teroris beberapa waktu lalu henadaknya menjadi pelajaran penting bagi seluruh aarga Mimika  untuk selalu waspada.

Basang mengatakan, peristiwa penangkapan tersebut merupakan teguran kepada semua warga Mimika, karena warga Mimika secara keseluruhan merupakan bagian dari Pemerintah dan Aparat Keamanan, dalam hal ini TNI dan Polri. Dengan demikian, untuk mengantisipasi masuknya berbagai kejahatan termasuk terorisme bukan hanya tugas TNI dan Polri, akan tetapi merupakan tugas bersama.

“Penangkapan itu harus dijadikan suatu peringatan bahwa kita harus selalu waspada. Ketika melakukan ibadah di setiap tempat ibadah, semua umat harus saling mengingatkan untuk berantisipasi. Karena teroris itu beraksi ketika situasi sedang lengah, karena itu kita harus selalu dalam kondisi yang siap dalam mengantisipasi. Anggota kepolisian kita juga masih sangat terbatas, karena itu perlu peran serta seluruh masyarakat,” ungkap Bassang saat ditemui usai melaksanakan Apel pagi di halaman Kantor Pusat Pemerintahan (Puspem) Mimika, Senin (14/5).

Ø  RT Wajib Perketat Pengawasan Warga
Ia juga mengingatkan agar semua Ketua RT di Mimika wajib memperketat pengawasan terhadap seluruh warganya. Dalam hal ini, harus aktif dalam mendata setiap warga yang masuk  dan berdomisili dalam wilayah tersebut.

“RT itu harus mendata setiap warganya. Kalau ada yang dicurigai, maka harus dilaporkan kepada aparat keamanan supaya segera ditindak. Paling tidak, Ketua RT  harus tahu, apa pekerjaan dari setiap warganya,” katanya.

Selanjutnya menurut dia, akan melakukan koordinasi bersama Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Discapil), TNI dan Polri agar bisa melakukan operasi yustisi. Namun, akan lebih penting jika harus dimulai di setiap RT agar bisa mendata secara menyeluruh.

“Memang operasi yustisi itu penting dan bagus, tapi tidak bisa merata. Alangkah baiknya itu kalau dilakukan di setiap RT. Kalau semua ketua RT bergerak dalam memantau pergerakan warganya, khusus yang patut dicurigai, maka pencegahan dini itu akan lebih mudah. Karena dalam satu RT itu hanya ada 20 KK saja, jadi lebih mudah untuk dipantau,” tuturnya. (Acik)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment