Tidak Mengantongi Izin, Pegusaha Galian C Akan Ditindak Tegas

Bagikan Bagikan
Kapolres Mimika, AKBP Agung Marlianto.
SAPA (TIMIKA) – Kapolres Mimika, AKBP Agung Marlianto menegaskan, bagi pengusaha galian C yang tidak memiliki izin galian akan di tindak tegas. Sejauh ini, Polres Mimika telah mengamankan sebanyak empat unit alat berat seperti excavator dan 12 unit dump truk milik pengusaha galian C yang tidak memiliki izin penggalian.

"Kita kepolisian menyikapi informasi dari pemerintah daerah Kabupaten Mimika saat ini sedang menitikberatkan perhatian pada penggalian tanpa izin. Sehingga kepolisian melakukan pengamanan barang bukti berupa alat yang digunakan dalam penggalian," kata Kapolres kepada sejumlah awak media di Polsek Poumako, pada Kamis (17/5).

Menurut Kapolres, di Mimika sendiri ditemukan ada beberapa tempat galian C yang tidak mengantongi izin. Bagi yang tidak mengantongi izin, kata Kapolres, akan dilakukan upaya paksa berupa menahan sejumlah alat berat milik pengusaha yang digunakan beroperasi.

Bagi pengusaha tempat galian yang mengantongi izin tetapi tidak pada lokasi yang ditentukan, juga akan dilakukan upaya paksa berupa pengamanan alat berat. Sementara untuk pengusahanya sendiri, belum dilakukan pengamanan karena kasus ini masih terus didalami.

"Semua tempat galian C  yang tidak sesuai aturan yang ada, akan kita amankan," ujar Kapolres.

Setiap usaha yang ada, kata Kapolres, membutuhkan asas legalitas berupa izin produksi, izin angkut, NPWP dan titik koordinat yang sudah ditentukan. Apabila asas legalitas tidak dilengkapi maka, tempat usaha terutama usaha galian C dianggap ilegal.

"Semua pengusaha harus mengantongi asas legalitasnya, agar kegiatan yang ada legal," tutur Kapolres.

Lanjut Kapolres, apabila ada legalitas tetapi tidak sesuai dengan ketentuan yang ada, maka hal itu juga tidak diperbolehkan. Pasalnya, dampak dari galian C sangat berpengaruh pada kerusakan lingkungan. Apabila tidak secepatnya diantisipasi maka dampak lingkungan akan semakin parah.

"Pengusaha juga harus memperhatian dampak kepada lingkungan dengan adanya galian C ini. Itu harus menjadi perhatian kita bersama," ujar Kapolres.

Di kali Iwaka, kata Kapolres, ada pemilik lahan melaporkan bahwa terdapat sejumlah galian yang tidak memiliki izin. Dari laporan itu, sejumlah barang bukti diamankan pihak kepolisian dari empat pengusaha.

"Kita tidak pernah menghambat mata pencaharian orang dalam hal ini,  tapi harus di lakukan dengan cara sesuai dengan aturan main yang berlaku," ucap Kapolres.


"Bagi pengusaha yang melakukan penggalian tanpa izin, dapat di jerat sesuai dengan Undang-Undang nomor 4 tahun 2009, tentang Minerba, pasal 161, dengan ancaman hukuman penjara paling lama 10 tahun," ungkap Kapolres. (Tomy)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment