Warga Diminta Jangan Mau Dijadikan Korban Pilkada

Bagikan Bagikan
Kamaniel Kiwak

SAPA (TIMIKA) – Tokoh Masyarakat (Tomas) Mimika, Kamaniel Kiwak mengajak seluruh masyarakat Kabupaten Mimika agar jangan mau dijadikan korban dalam penyelenggaraan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) periode 2018-2023 di Mimika. Dalam hal ini, jangan mudah terprofokasi dan dihasut oleh oknum tertentu yang mementingkan diri sendiri dan mengorbankan masyarakat tersebut.

“Masyarakat itu harus tenang dan tidak perlu terpengaruh dengan berbagai isu yang berkembang. Karena bagaimana pun juga yang akan menjadi korban masyarakat itu sendiri. Masyarakat wajib pilih, lebih baik datang saja di TPS dan silahkan pilih siapa yang diinginkan. Untuk saat ini tidak perlu terlalu mengikuti pengaruh dari siapa saja yang sebetulnya untuk kepentingan diri sendiri,” ungkap Kamaniel saat ditemui di Kantor Pusat Pemerintahan (Puspem) Mimika, Jumat (25/5).

Kamaniel mengatakan, jika ditelusuri dari proses tahapan Pilkada Mimika, telah banyak penyimpangan aturan yang telah terjadi. Dalam hal ini dimulai dari proses administrasi, maka akan lebih baik bahwa pilkada harus ditunda sehingga tidak menimbulkan konflik yang  juga mengorbankan masyarakat.

“Prosedur pelaskasnaan pilkada kita ini sudah melanggar aturan, itu semua masyarakat Mimika sudah tahu. Kalau memang rekomendasi diberikan kepada satu Paslon, maka akan lebih baik semuanya juga diberikan rekomendasi. Kalau sudah dimulai dengan banyak maslah, maka lebih baik ditunda saja, sampai benar-benar prosedur itu bersih tanpa kesalahan dan pilkada dilaksanakan,” katanya.

Ø  Antisipasi Teroris Tugas Semua Masyarakat Mimika
Selain persoalan Pilkada, ia juga mengajak seluruh masyarakat agar bisa menjadi mitra kepolisian dan TNI dalam mengantisipasi masuknya teroris di Mimika. Sebab, menurut dia, beberapa waktu lalu telah dilakukan penangkapan teroris di Mimika, sehingga hal tersebut merupakan kode khusus agar selalu waspada dan mengantisipasi.

“Kita apresiasi dengan kerja Kepolisaian dan TNI kita di Mimika, karena berhasil menangkap teroris beberapa waktu lalu. Tapi, masyarakat tidak boleh menyerahkan hal itu sepenuhnya kepada Polri dan TNI, karena itu merupakan tanggungjawab bersama,” jelasnya.

Keterlibatan masyarakat dalam hal ini diakuinya, bisa dilakukan dengan memantau keberadaan atau aktivitas sesama warga dalam lingkungan tempat tinggal. Dalam hal ini, jika dicurigai adanya aktivitas sesama yang melanggar peraturan, maka harus melaporkannya kepada aparat Kampung atau RT agar bisa ditelusuri.

Demikian juga dengan, seluruh ketua RT agar selalu mendata setiap anggota warganya baik yang masuk ataupun yang hendak pindah. Hal ini dilakukan agar bisa mengantisipasi masuknya berbagai persoalan yang merugikan.

“Bukan hanya persoalan teroris, tapi masih banyak persoalan lain seperti miras, narkoba dan penyakit masyarakat lainnya yang harus ditidak bersama-sama. Jadi tidak bisa hanya mengandalkan aparat keamanan saja,” ungkapnya. (Acik)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment