Guru Honorer Mimika Blokade Jalan Terkait Insentif

Bagikan Bagikan
Aksi blokade jalan dengan batu, dahan kayu dan bakar ban bekas yang oleh guru honoren.foto antara.

SAPA (TIMIKA) – Sekitar lima puluhan guru honorer di Kabupaten Mimika, Papua, memblokade Jalan Cenderawasih depan kantor DPRD setempat terkait insentif mereka yang belum dibayarkan selama 18 bulan.

Aksi blokade jalan dengan batu, dahan kayu dan ban bekas yang dibakar dimulai sekitar pukul 10.45 WIT, Senin (11/6).

Aksi yang bertujuan untuk mendesak DPRD Kabupaten Mimika, Plt Bupati Yohanis Bassang dan Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Mimika Jenny Usmanny agar segera membayar insentif mereka sejak Januari 2017 – Juni 2018 tersebut langsung direspon Polres Mimika.

Satu peleton Dalmas Polres Mimika dengan bersenjata laras panjang diterjunkan untuk mengamankan wilayah itu dalam aksi pendemo.

Para guru honorer bersikeras untuk tidak membuka blokade sampai ada jawaban pasti terkait pembayaran insentif yang tertunda selama 18 bulan.

Negosiasi aparat kepolisian dengan para guru honorer buntu. Satu unit kendaraan water canon berusaha menerobos barisan para guru honorer yang berdiri di tengah jalan.

Aksi saling dorong antara aparat kepolisian dan para guru pun terjadi. Bahkan salah satu ibu guru terpaksa ditandu akibat pingsan.

Kurang lebih satu jam, polisi akhirnya berhasil membuka paksa blokade jalan tersebut. Sementara arus lalu lintas yang tadinya terganggu mulai lancar kembali.

Anggota DPRD Kabupaten Mimika, Viktor Kabey ketika menemui para pendemo mengatakan, anggaran untuk pembayaran insentif sebanyak 800 guru honorer telah dialokasikan melalui APBD Induk Mimika 2018.

Dan tersebut dimasukkan ke dalam pos dana bantuan operasional daerah (BOSDA) Disdik yang sebelumnya telah disetujui oleh Sekda Mimika, Kepala BKAD dan anggota DPRD Mimika ketika pembahasan RAPBD Mimika 2018.

“Dana untuk insentif sudah ada, tinggal pembayaran saja. kami tidak tahu kenapa anggaran yang sudah disetujui untuk kepentingan pembayaran insentif belum juga dicairkan,” kata Viktor.

Ia meminta agar Plt Bupati Mimika segera mengambil langkah untuk memerintahkan Kepala Disdik Mimika agar segera membayar insentif para guru honorer.

“Wibawa pemerintah daerah di mana? Kita malu, guru-guru yang sudah mengabdi demo terus lantaran apa yang menjadi hak mereka tidak dibayarkan. Jujur kami DPRD juga sangat malu,” ujarnya.

Perwakilan guru honorer mengatakan selama 18 bulan para guru telah mengabdi, termasuk di daerah pedalaman, namun apa yang menjadi hak mereka dikebiri oleh Kepada Disdik Mimika.

Sebelumnya pada APBD Induk 2017, DPRD dan tim anggaran eksekutif telah mengalokasikan anggaran sebanyak RP 17 Miliar untuk pembayaran insentif 800 guru honorer di Kabupaten Mimika.

Anggaran tersebut tak kunjung cair lantaran Kepala Disdik Mimika, Jenny Usmanny mengatakan, tidak ada dasar hukum yang jelas untuk membayar instentif guru honorer.

Kebijakan membayar insentif guru di Kabupaten Mimika digagas oleh Sekda Mimika Ausilius You dan telah berlangsung selama beberapa tahun belakangan sejak 2015.

Insentif tersebut diberikan kepada guru honorer dan ASN di lingkungan Pemkab Mimika sebagai bentuk apresiasi dan motivasi atas pengabdian para guru, khususnya di wilayah terpencil. (Ant)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment