Kejari Timika Eksekusi Terpidana Korupsi Pengadaan Buletin DPRD Mimika

Bagikan Bagikan
Kepala Kejari Timika, Alex Sumarna di Timika.

SAPA (TIMIKA) – Setelah turun putusan kasasi dari Mahkamah Agung (MA) yang sebelumnya diajukan oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Timika, ketiga terpidana kasus korupsi buletin DPRD Mimika (Majalah legislatif) senilai Rp777 juta pada tahun anggaran 2011, akhirnya di eksekusi ke Lapas Klas IIB Timika untuk menjalani hukuman.

Dua terpidana, yakni Misrawati atau Ms (Mantan Kabag Keuangan Sekretariat DPRD Mimika) dan Buang Salakory atau BS (Mantan Sekretaris DPRD Mimika) telah dieksekusi ke Lapas Timika. Sementara seorang terpidana lainnya, H Izak AH atau HI selaku kontraktor (Direktur CV Sinar Lembang), belum dieksekusi lantaran sedang menjalani operasi akibat menderita sakit. Namun, yang bersangkutan telah mendatangi Kantor Kejari Timika dan menyatakan siap untuk menjalani hukuman setelah usai menjalani perawatan.

“Karena sudah putus incract di Mahkamah Agung tiga orang. Dua orang sudah masuk, tinggal satu orang. Satu orang ini masih menunggu habis operasi, jadi kita masih cek. Kalau kita masukkan (Ke Lapas Klas II B Timika), nanti berbahaya. BS itu putusan kasasi dua tahun, Ms juga dua tahun. HI yang belum (dieksekusi). Tapi sudah, artinya (Dia) sudah datang ke kantor menyatakan siap untuk dieksekusi, tetapi kita melihat kondisinya yang belum memungkinkan,” ungkap Kepala Kejari (Kajari) Timika, Alex Sumarna di Timika, Selasa (5/6).

Sebelumnya, Kejari Timika mengajukan upaya hukum kasasi ke MA atas putusan banding Pengadilan Tinggi (PT) Papua terhadap perkara ketiga terpidana kasus korupsi pengadaan buletin DPRD Mimika tahun anggaran 2011.

Sebab, dalam putusan tingkat banding, Pengadilan Tinggi (PT) Papua memperkuat putusan Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri (PN) Kelas IA Jayapura yang memvonis ketiga terdakwa masing-masing dengan pidana penjara selama satu tahun, ditambah kewajiban membayar denda masing-masing sebesar Rp50 juta dengan subsider dua bulan kurungan.


Adapun Jaksa Penutut Umum (JPU) Kejari Timika menuntut terdakwa BS dan HI masing-masing dengan pidana penjara selama enam tahun ditambah denda Rp200 juta dengan subsider enam bulan kurungan. Sedangkan terdakwa Ms dituntut hukuman penjara selama empat tahun enam bulan ditambah denda Rp200 juta dengan subsider enam bulan kurungan. (Sld/Ant)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment