Pemkab Diminta Prioritaskan Pengaspalan Jalan Bandara Baru Ujung

Bagikan Bagikan
Anggota Fraksi Amanat Hati Rakyat  (F-AHR) DPRD, Kris Magai.

SAPA (TIMIKA) - Anggota Fraksi Amanat Hati Rakyat  (F-AHR) DPRD, Kris Magai  meminta kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mimika untuk memprioritaskan program kerjanya pada pengaspalan jalan dari Kwamki baru menuju Bandara baru yang tembus ke Kwamki Narama. Sebab, sepanjang jalan tersebut menurutnya belum sepenuhnya diaspal. Padahal, jalan tersebut merupakan jalan utama menuju bandara baru Moses Kilangin.

"Kami minta kepada pemerintah untuk mengutamakan pengaspalan jalan Bandara baru ujung yang berhubungan dengan Kwamki Narama," ungkap Kris kepada Salam Papua di Gedung DPRD jalan Cenderawasih, Kamis (31/5).

Menurut dia, jalan menuju bandara Baru Moses Kilangin mulai dari jalan baru, Bandara baru hingga Kwamki Narama belum sepenuhnya diaspal.

Keberadaan jalan saat ini tinggal pengaspalan. Karena jalan masih dalam bentuk timbunan dan banyak ditemukan lubang. Hal ini dikuatirkan akan membahayakan pengendara yang melintas.

"Kami yang hampir setiap hari melintas di daerah tersebut, banyak ditemukan lobang. Pemerintah harus memprioritaskan pengaspalan jalan tersebut," ujarnya.

Lebih lanjut dia mengatakan, jalan tersebut merupakan jalan utama menuju bandara, sehingga lalu lintas akan segera ramai mengingat bandara baru Moses Kilangin akan segera beroperasi.

Menurutnya, DPRD sudah pernah menganggarkan untuk pembangunan jembatan yang menghubungkan kawasan bandara dengan kawasan  SP 2. Namun sampai saat ini belum terealisasi.

"DPRD sudah pernah membahas penggunaan anggaran untuk pembangunan jembatan tersebut. Tapi sampai saat ini anggaran tersebut tidak tahu di mana," katanya.

Hal senada juga diakui oleh Kepala Kampung Kwamki Narama Geradus Wamang. Ia mengatakan, pemerintah harus mengutamakan pengaspalan jalan. Pemerintah sudah mengalikan penggunaan bandara baru bagi masyarakat penggunungan.

Menurutnya, jalan yang belum diaspalkan saat ini sepanjang 1.670 meter. Dan juga beberapa jembatan yang menuju SP2.

Masyarakat pengunungan yang menuju ke bandara semuanya melalui jalan tersebut. Namun, karena masyarakat kampung tengah Kwamki Narama yang melewati jalan aspal di sebelah  Bandara selalu konflik, sehingga warga takut melalui jalan tersebut. Akhirnya semua warga yang hendak menuju ke bandara terpaksa menggunakan jalan ujung bandara.

"Saya sudah sering menyampaikan hal tersebut kepada DPRD, tapi belum ada realisasi. Sehingga saya juga minta kepada pemerintah daerah," kata Geradus. (Tomy)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment